FB Sejarah & Peradaban Islam | Pemberontakan Singapura 1915: Saat 800 lebih tentara Muslim menolak perintah perang terhadap Kesultanan Usmaniyah [Barat mengejanya dengan Ottoman]. Kesultanan Usmaniyah diruntuhkan pada tahun 1924.
Regu tembak Penjajah Inggris melakukan eksekusi mati terhadap Muslim India di Singapura karena menolak berperang di pihak Inggris melawan Daulah Utsmaniyah, yang mereka anggap sebagai negara Muslim, pada tahun 1915 M.
Resimen ini terdiri dari Muslim India—dari suku Rajput dan Pashtun—yang dipindahkan ke Singapura pada tahun 1914 untuk mengabdi di bawah panji Mahkota Inggris.
Namun, ketika Perang Dunia I meletus, terdengar desas-desus bahwa para prajurit ini akan dikirim untuk memerangi saudara-saudara mereka di Kekhilafahan Islam, sehingga hati merekapun terguncang. Bagi mereka, Utsmaniyah bukan sekadar negara yang jauh, melainkan sebuah Kekhilafahan Islam yang melambangkan persatuan kaum Muslimin dan Umat yang satu, meskipun India berjarak ribuan kilometer dari Istanbul.
Pada tanggal 15 Februari 1915, terjadilah hal yang tak terduga... delapan ratus tentara Muslim memberontak terhadap Perintah Penjajahan Inggris di Singapura dan menolak untuk memerangi Utsmaniyah.
Mereka menyerang para perwira Inggris, merebut amunisi, dan berpawai melintasi Singapura seraya mengumumkan bahwa kemarahan mereka adalah karena Allah.
Inggris meminta bantuan pasukan dari Jepang, Prancis, Rusia, dan kepolisian setempat. Setelah sepuluh hari pengejaran, puluhan tentara Muslim India gugur. Adapun mereka yang selamat menemui akhir yang tragis.

Banyak dari mereka dieksekusi mati oleh regu tembak di hadapan ribuan penonton, serta melalui pengadilan semu yang menyebabkan 165 tentara dipenjara selama bertahun-tahun.
Di saat para tentara Muslim dari India, yang jauh dari Istanbul, berdiri menentang Inggris dan memilih mati daripada memerangi Kekhilafahan, kabilah-kabilah Arab secara utuh di dunia Arab justru memilih untuk berjalan di belakang para perwira dan mata-mata Inggris secara sukarela, untuk membubarkan Kekhilafahan, lalu memecah belah wilayah-wilayah Arab, serta menggambar batas-batas Sykes-Picot yang masih memecah belah kita hingga hari ini.
Maka, hasilnya adalah runtuhnya Kekhilafahan, terpecah-belahnya negeri, dan terbukanya pintu bagi penjajahan Palestina serta seluruh dunia Arab dan Islam.

Sumber lain menyebutkan: “Pemberontakan Singapura 1915, juga dikenal sebagai Pemberontakan Sepoy atau Pemberontakan Infanteri Ringan ke-5, adalah pemberontakan oleh sekitar 850 prajurit India Britania dari Resimen Infanteri Ringan ke-5 di Singapura pada 15 Februari 1915. Pemberontakan ini dipicu oleh rumor bahwa mereka akan dikirim untuk melawan Kesultanan Utsmaniyah yang Muslim, dan berlangsung selama hampir tujuh hari hingga ditumpas oleh pasukan Sekutu. Peristiwa ini menyebabkan kematian 47 tentara dan warga sipil, dengan lebih dari 205 pemberontak diadili oleh pengadilan militer dan 47 dijatuhi hukuman mati.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar