Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Mati Rasa Dalam Mabuk Kuasa

Sumber: https://www.facebook.com “Mati Rasa Dalam Mabuk Kuasa” Ribuan pasukan mengawal kekuasaan. Ujung negeri sunyi tanpa perisai keselamatan. Nyawa melayang hanya mengundang rasa kasihan. Patutkah kami diam tak berperasaan ?!

G 30 S PKI/ 1965

Semenjak Orde Baru tumbang maka berakhir pulalah penayangan secara tetap filem G 30 S PKI di stasiun tivi seluruh Indonesia. Banyak kemudian teori yang mengemuka bahwa peristiwa tersebut merupakan rekayasa dari Soeharto untuk menjatuhkan Soekarno & PKI. Hal ini kemudian berdampak kepada pola yang berbeda dalam penyampaian sejarah G 30 S PKI (Gerakan 30 September PKI) di sekolah-sekolah.

Putusan & Rekomendasi terkait Nama Produk Halal

Sumber Gambar: https://www.facebook.com PUTUSAN & REKOMENDASI RAPAT KOORDINASI DAERAH MUI SUMATERA BARAT DAN MUI KAB/KOTA SE- SUMATERA BARAT BIDANG FATWA/ KEUMMATAN Penggunaan Nama-nama yang Tidak Sesuai dengan Syariah terhadap Produk Makanan, Minuman, Obat-Obatan, Kosmetik, dan Pakaian.

Pustusan & Rekomendasi MUI terkait MTQ 2020

Sumber: https://www.facebook.com PUTUSAN DAN REKOMENDASI RAPAT KOORDINASI DAERAH MUI SUMATERA BARAT DAN MUI KABUPATEN/KOTA SE-SUMATERA BARAT   Rekomendasi Terkait Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional 2020 di Sumatera Barat a. Kepada panitia pelaksana MTQ agar setiap acara ceremonial MTQ mulai dari pembukaan sampai penutupan terhidar dari kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai dengan tuntunan syara’ (nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah).

Putusan & Rekomendasi MUI Sumbar terkait LGBT

Sumber: https://www.facebook.com PUTUSAN DAN REKOMENDASI RAPAT KOORDINASI DAERAH MUI SUMATERA BARAT DAN MUI KABUPATEN/KOTA SE-SUMATERA BARAT Tindak Lanjut Anti LGBT di Sumatera Barat a. Kepada Pemerintah Nagari dan Tokoh Masyarakat diminta untuk membuat aturan yang memuat sanksi adat di tingkat Nagari dengan berpayungkan Adat Salingka Nagari yang berpedoman kepada Adat Basandi Syara' - Syara' Basandi Kitabullah [] Syara' Mangato - Adat Mamakai (ABS-SBK-SMAM)  Adat Bapaneh - Syara’ Balinduang dengan melibatkan semua unsur Alim Ulama, Cadiak Pandai, Niniak Mamak, Pemuda, dan Bundo Kanduang.

Kami Merantau Bukan Mencari Lawan

Sumber: https://www.facebook.com “Kami Merantau Bukan Mencari Lawan” Nyawa anak bangsa melayang, putera-puteri minangkabau menjadi korban di dalam lingkaran wilayah NKRI yang diperjuangkan oleh para tokoh kita dengan tumpahan darah dan air mata.

The Real Hero

Orang-orang yang selama ini digelari rakyat kecil, makan perintah, kena hardik, disuruh-suruh, & tak pernah disebut nama. Mereka bekerja dalam diam, tanpa banyak cakap, tak perlu riya' meupdate status di jejaring ataupun media sosial. Bekerja bertaruh nyawa, penat lelah menjadi hidangan. Tak pernah menyebut nama, tak pernah mendapat pujian atau plakat penghargaan. Tepuk tangan usah tuan tanya, riuh rendah suara macam paduan suara memuji usah tuan cari, takkan tersua. Foto: Kemen LH

Kabut Asap Jambi

Di Pulau Andalas ini, sumber asap terbesar berasal dari dua propinsi yakni Riau & Jambi. Selama ini perhatian lebih banyak tertuju ke Riau namun tiba-tiba Jambi menjadi pusat perhatian sekaligus kesedihan karena terjadi fenomena aneh disana. Langit bewarna merah darah dan keadaan alam seperti pergantian siang dan malam (magrib) padahal masih tengah hari.

Kabut Asap Jambi

Disalin dari status Facebook seorang kawan: Pray for Jambi 🙏 Sekitar Pukul 12.22 siang, 21-sept-2019 Ds.Mekar sari, Kec.Kumpeh, Muaro Jambi, Jambi.   Kejadian difoto ini dimulai pada pukul 10 pagi. Seperti biasa, kabutnya bewarna oranye pekat kemudian tiba-tiba menggelap dan oranye pekat itu berubah menjadi agak kemerahan. Puncaknya adalah pukul 1 siang. Keadaanya jauh lebih mengerikan. Warna langit dan kabut tebal di sekeliling tempat itu bewarna merah dan menggelap seperti malam. Seluruh lampu di sepanjang jalan dihidupkan guna mempermudah kendaraan. Saya tidak tau apa penyebab pastinya.

Panduan Selama Musim Asap

Gambar panduan ini kami ambil dari berbagai sumber. Mohon maaf apabila tak dapat mencantumkan sumbernya karena sumber tempat kami mengambil juga tidak mencantumkannya. Hanya sahaja pada beberapa gambar terdapat tanda asal dari pembuatnya

Pemakaian masker sebenarnya

Musim Kabut Asap telah tiba, telah lama musim ini tidak mendatangi Luhak Agam & Minangkabau nan permai ini. Terakhir kedatangannya ialah thaun 2015. Kabut asap datang secara perlahan, kalau tidak salah dimulai pada pekan kedua bulan September tahun 2019 ini. Kemudian seiring dengan berjalannya hari mulai menebal, ada kalanya pada hari berikutnya berkurang namun pada esok lusa akan kembali menebal. Di Lembah Agam (Agam Tuo) kehadiran asap pada pagi hari acap tersamarkan dikarenakan embun yang turun menyelubungi bumi. Namun seiring dengan berjalannya waktu maka embun hilang dan tinggallah asap beracun yang perlahan menyerang badan manusia nan lemah itu.

Jadilah Solusi, Jangan Menambah Beban

Sumber: https://www.facebook.com “Jadilah Solusi, Jangan Menambah Beban” Tak usah terlalu susah tuan-tuan menyuruh rakyat bershabar menghadapi mushibah karena rakyat ini sudah tidak lagi belajar tentang shabar tapi sudah mempraktekkan keshabaran bertahun-tahun lamanya.

Mantel Syaithan

Sumber: https://www.facebook.com “Mantel Syaithan” Makhluk yang memutarbalikkan kebohongan bagaikan kejujuran, yang membisikkan kebathilan bagaikan suatu kebenaran, yang menghiasi keburukan bagaikan keindahan, yang menggambarkan kesesatan bagaikan petunjuk keselamatan, yang mendandani kefanaan bagaikan kekekalan, bukanlah SENIMAN tapi SYAITHAN !!!

Harun al Rasyid naik Tahta

Gambar: https://news.okezone.com Harun al Rasyid, kami ragu anak-anak muslim sekarang mengenal dirinya. Merupakan khalifah terbesar umat Islam yang namanya harum hingga kini. Namanya acap disandingkan dengan Abu Nawas, seorang tokoh jenaka yang panjang akal. Dalam kisah-kisah Abu Nawas, ia acap bersiteru dengan Sang Khalifah namun selalu berbaikan.

Milad Rasuna Said

Foto: https://klasika.kompas.id Hajah Rangkayo Rasuna Said, lebih dikenal dengan nama H.R. Rasuna Said. Namanya diabadikan menjadi nama salah satu kawasan di Jakarta. Tidak banyak anak-anak Melayu dan Minangkabau masa sekarang yang mengenal dirinya. Kecuali tentunya bahwa beliau seorang Pahlawan Nasional.

Selamat Jalan Pak Habibi

Picture: https://www.pinterest.es Gajah mati meninggalkan gading Harimau mati meninggalkan belang Manusia mati meninggalkan nama Setahu kami, hingga kini tiada nan dapat menggantikan engku. Tak heran semenjak kanak-kanak kami dengar banyak nan bercita-cita hendak menjadi serupa engku.

Gutsa' al-Sail (03)

Sumber: https://www.facebook.com "Gutsa' al-Sail" (Buih Gelombang) (03) Kamu kalah berhadapan dengan kemaksiatan, akhirnya menghalalkan kemaksiatan. Perzinaan menjadi-jadi dan penyakit bertebaran maka solusinya, lokalisasi pelacuran dan bagi-bagikan alat pengaman. Kekerasan seksual meningkat, solusinya adalah halalkan hubungan tanpa pernikahan.

Adat & Syari'at nan Berbuhul Mati

Sumber: https://www.facebook.com الحمد لله الذي ألّف بين قلوبنا أشهد أن لا إله إلا الله و أشهد أن محمد رسول الله اللهم صل و سلم على سيدنا محمد صلى الله عليه و سلم و على آله و أصحابه و من والاه أما بعد Hadirin yang mulia. Semoga Allah swt menuntun kita semua agar setiap yang terucap dan yang terperbuat, tidak menjadi beban yang memberatkan kita si kemudian hari.  Mari kita ingat firman Allah swt

Hulunya Keruh

Sumber: https://www.facebook.com

1 Muharam 1441 H

Gambar: Bukittinggi Salingka Agam Heritage Tatkala kami menengok almanak, terdapat keterangan pada tanggal 1 September sebagai tahun baru Islam. Kami tersenyum sahaja mendapati karena memang telah lazim pada masa sekarang kita mengikuti pada cara orang lain. Dalam Islam, pergantian hari ialah disaat magrib bukan pukul 12 tengah malam. Begitu mata hari terbenam bertukar siang dengan malam, maka disaat itulah hari bertukar dan bilangan tanggal bertambah. Jadi tanggal 1 Muharam 1441 H jatuh pada tanggal 31 Agustus petang dan terus sampai kepada tanggal 1 September 2019.