Pict: arthub.ai

Sadarkah tuan, kita sedang diajar sebagai 'Pelanggar' melalui konten seronok berhijab...?

@ootd_balqishumaira77 | Tuan tahukah kenapa fenomena 'Hijab[1] di Video Panas" itu dapat muncul? Bukan karena hijab mengalami kehilangan makna, akan tetapi karena manusia itu mempunyai satu penyakit lama yang takkan pernah sembuh, yakni; Segala yang Dilarang itu Menggoda. Sungguh tuan, manusia itu kalau diberi pilihan antara yang boleh dengan yang tabu, entah kenapa justeru yang tabu itulah yang membuat penasaran.

Serupa melarang anak kecil "Jangan engkau sentuh itu..!!" barang-barang yang lain aman, takkan disentuh oleh dia, bahkan walau ada seribu barang di sekitarnya. Tapi otaknya langsung berkata "Kenapa yang ini tak boleh? Apakah begitu berarti?"

Dan akhirnya si anak akan terpancing untuk menyentuh benda yang dilarang tersebut. Itulah sifat dasar dari manusia yang selalu dibawa hingga dewasa, hanya sahaja konteksnya semakin jahat.

Industri yang dikendalikan kapitalis faham betul perkara penyakit yang satu ini. Oleh karena itu mereka menjual fantasi dari sesuatu yang dianggap suci. Karena sebagian manusia, terutama yang sudah terbakar fantasinya justeru merasa lebih hidup kalau dia melanggar sesuatu yang dianggap suci.

Ini bukanlah teori tak berdasar melainkan ini merupakan Psikologi Dasar. Ada akibat yang bernama Forbidden Arousal,[2] sederhana kalau kita terjemahkan; Semakin sesuatu itu dianggap tabu atau terhormat, maka semakin banyak orang yang justeru berfikir ke arah sebaliknya (yang salah).

Tuan, disini semakin jelas bukan? Yang salah itu bukan hijabnya, karena yang rusak itu ialah orang-orang yang hati dan isi kepalanya telah menyimpang. Tuanpun jangan salah, karena hijab bukan satu-satunya korban, jauh sebelumnya seragam Suster Gereja telah dieeksploitasi, demikian juga dengan seragam dokter, dan banyak lagi bagi tuan yang telah berpengalaman menonton hal-hal semacam ini.

Setidaknya disini kita faham bahwa bukan maknanya yang hilang melainkan otak yang rusak yang telah dikuasai hawa nanfsu dan hati yang telah dikendalikan syetan menyebabkan rasa hormat manusia yang telah ketagihan hal tabu menjadi hilang.

Sampai disini kita faham bahwa bukan maknanya yang hilang, melainkan rasa hormat manusia yang sudah mengikuti hawa nafsu dan bisikan syetan karena ketagihan hal-hal tabu. Yang suci itu tetap suci, permasalahannya ialah karena manusia memiliki khayalan (fantasi) yang diperturutkannya. Fantasi itu hidup apabila ia berhasil merusak sesuatu yang semestinya dihormati.

Fenomena ini serupa dengan orang-orang yang hanya mendapatkan kepuasaan apabila sudah melanggar peraturan. Suci dijual sebagai 'Fantasi', yang tertutup dijual sebagai 'Misteri', yang terlarang dijual sebagai 'Sensasi'.

==========

Catatan Kaki oleh Admin:

[1] Hijab berbeda dengan Jilbab, Hijab ialah sebuah konsep sedang Jilbab merupakan sebuah produk. Para ulama mendefenisikan Hijab sebagai segala hal yang menutupi sesuatu yang dituntut untuk ditutupi atau terlarang untuk menggapainya. (Muhimmat at Ta'rif) demikian juga Abu Baqa al Hanafi memberikan pengertian yang kurang lebih sama.

[2] Forbidden Arousal" (Gairah Terlarang) sering merujuk pada tema psikologis atau fiksi romansa gelap, menggambarkan perasaan seksual yang dianggap tabu atau tidak pantas karena batasan sosial, moral, atau hubungan (seperti cinta segitiga, perbedaan usia ekstrem, atau hubungan tidak pantas lainnya), dan sering dieksplorasi dalam genre sastra dewasa untuk membahas konflik internal dan daya tarik terlarang. 


===========

Sadar gak sih? Kita dibentuk jadi PELANGGAR. Lewat konten pornografi berjilbab

Postingan Asli oleh IG @ootd_balqishumaira77:

Lo mau tau kenapa fenomena “jilbab di video panas” itu bisa muncul? Bukan karena jilbabnya hilang makna, tapi karena manusia itu punya satu penyakit lama yang nggak pernah sembuh: dilarang itu menggoda. Serius, manusia itu kalau dikasih pilihan antara yang boleh dan yang tabu, entah kenapa justru yang tabu yang bikin penasaran.

Kayak anak kecil dibilang, “Jangan sentuh itu.” Yang lain aman tuh, ada seribu barang di sekitarnya. Tapi otaknya langsung bilang, “Kenapa nggak boleh? Apa yang spesial?”
Dan ujung-ujungnya disentuh juga. Itu sifat dasar manusia yang kebawa sampai dewasa, cuma konteksnya makin gelap.

Industri tahu betul soal penyakit ini.
Makanya mereka jualan fantasi dari sesuatu yang dianggap suci. Karena sebagian manusia, terutama yang udah kebakar fantasinya, justru ngerasa lebih “hidup” kalau dia melanggar sesuatu yang sakral.

Ini bukan teori ngawur, ini psikologi dasar.
Ada efek yang namanya forbidden arousal, simpel banget artinya: "Makin sesuatu dianggap tabu atau terhormat, makin ada aja orang yang malah kepikiran ke arah yang salah."
Dan di titik itu, jelas banget: yang salah bukan jilbabnya. Yang error itu orang yang kepalanya belok sendiri.
Dan jangan salah, jilbab bukan satu-satunya korban. Seragam suster gereja? Dieksploitasi. Seragam dokter? Sama. Dan dititik ini bukan maknanya yang hilang. Yang hilang itu rasa hormat manusia yang udah ketagihan hal tabu.
yang suci itu tetap suci; masalahnya manusia punya fantasi yang cuma hidup kalau dia berhasil “merusak” sesuatu yang harusnya dihormati.
Fenomenanya mirip orang-orang yang cuma senang ketika melanggar aturan.
Suci dijual sebagai fantasi.
Tutup dijual sebagai misteri.
Larangan dijual sebagai sensasi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar