dr.ALIS MARAJO Dt.SORI MARAJO DALAM CATATAN MEMORI (bagian Kedua)

Ciloteh Sejarah- Assalamulaikum Engku Dt. Rajo Sampono, perkenalkan namo ambo Muhammad Jefri ambo urang Guguak Salapan Koto Kecamatan Guguak, kebetulan sedang kuliah di Unand. Mohon maaf sebelumnya, kami berkeinginan untuk wawancara tentang pengalaman engku bersama almarhun Tuan dr Alis Marajo dt. Sori Marajo, beliau sebagai tokoh kami angkat untuk tesis saya “ Tulis Muhammad Jefri.

“Datanglah saya siap menunggu di Lapau eSPe Kasiah Bundo “ Tulis saya.

Inilah adalah diskusi lanjutan: Bagian 1 DISINI

Muhammad Jefri (MJ): Tuan Alis Marajo yang juga di kenal sebagai dokter, Politik dan budayawan, seingat engku, apa kebijakan yang pernah beliau lakukan dan dipakai sampai sekarang?

Dt. Rajo Sampono (RJ): Kebijakan yang dipakai sampai sekarang, Pertama adalah dari desa menjadi nagari. Dimana awalnya 70 nagari, sekarang telah menjadi 79 nagari, dengan Perda Nomor 01 Tahun 2001 tentang Pemerintah Nagari, ttps://peraturan.huma.or.id/pub/368-peraturan-daerah-kabupaten-lima-puluh-kota-nomor-01-tahun-2001. Kemudian lahir Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 14 Tahun 2001 mengatur tentang Penataan Wilayah Kecamatan dalam Kabupaten Limapuluh Kota. Perda ini menjadi dasar hukum bagi pembentukan dan pemekaran beberapa kecamatan di wilayah Lima Puluh Kota, yang sebelumnya berstatus 8 Kecamatan induk dan 5 Kecamatan perwakilan sekarang menjadi 13 Kecamatan defenitif, yaitu:

1. Harau dengan 11 Nagari: Sarilamak, Solok Bio Bio, Taram, Tarantang, Harau, Batu Balang, Bukik Limbuku, Pilubang, Gurun, Koto Tuo, dan Lubuak Batingkok.

2. Payakumbuh dengan 7 Nagari: Koto Baru, Simalanggang, Koto Tangah, Simalanggang, Piobang, Simalanggang, Sungai Beringin, Taeh Baruah dan Taeh Bukik.

3. Aka Biluru dengan 7 Nagari: Batuhampar, Durian Gadang, Koto Tangah Batu Ampa, Pauh Sangik, Sariak Laweh, Suayan, dan Sungai Balantiak.

4. Situjuah Limo Nagari dengan 5 Nagari: Situjuah Banda Dalam, Situjuah Batua, Situjuah Gadang, Situjuah Ladang Laweh, dan Tungka.

5. Guguak dengan 5 Nagari: Guguak Salapan Koto, Kubang, Simpang Sugiran, Sungai Talang dan Tujuah Koto Talago.

6. Mungka dengan 5 Nagari: Mungka, Jopang Manganti, Simpang Kapuak, Sungai Antuan, dan Talang Maur.

7. Bukik Barisan dengan 5 Nagari: Banja Loweh, Baruah Gunuang, Koto Tangah, Maek, dan Sungai Naniang

8. Suliki dengan 6 Nagari: Suliki, Limbanang, Andiang Kurai, Sungai Rimbang, dan Tanjuang Bungo.

9. Gunuang Omeh dengan 3 Nagari: Koto Tinggi, Pandam Gadang, danTalang Anau.

10. Lareh Sago Halaban dengan 8 Nagari: Ampalu, Balai Panjang, Batu Payuang, Bukik Sikumpa, Halaban, Labuah Gunuang, Sitanang dan Tanjuang Gadang.

11. Luak dengan 4 Nagari: Andaleh, Mungo, Sungai Kamuyang, dan Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang.

12. Pangkalan Koto Baru dengan 6 Nagari: Pangkalan, Gunuang Malintang, Koto Alam, Manggilang, Tanjuang Balik dan Tanjuang Pauh.

13. Kapur Sambilan dengan 7 Nagari: Muaro Paiti, Durian Tinggi, Galugua, Koto Bangun, Koto Lamo, Lubuak Alai, dan Sialang

MJ: Dalam bidang budaya dan Keminangkabauan, apa yang engku ingat bersama Tuan Alis Marajo ?

RS: Pertama, saya masih ingat 4 bulan setelah saya dilantik jadi Camat Harau Februari 2002 dan dimana Tuan Alis Marajo lahir 23 Juni 1946, pada ulang tahun ke-56, dirayakan di rumah dinas Labuah Basilang. Saya mengucapkan dalam bentuk tulisan aksara minang “Selamat ulang tahun, Tuan Bupati dr. Alis Marajo Dt.Sori Marajo. Semoga selalu diberi kesehatan, kebijaksanaan, dan kesuksesan dalam memimpin Kabupaten Lima Puluh Kota.”

Saat itu tak satupun orang yang bisa membacanya, sehingga saya dipanggil dan dikumpulkan bersama pak @Yanuar Abdullah, @Afrimars Mas dan Maswardi, menanyakan dimana sumbernya dan disuruh mengartikan.

Saya jawab Sumber “Tambo Alam Minangkabau, karangan H. Datoek Toeah”, maka melalui Kantor Pariwisata dan Kebudayaan yang dipimpin oleh Pak Yanuar Abdullah waktu itu sibuk memasyarakatkan Aksara Minang ini.

Kedua adalah, adanya Menhir yang ada di Lima Puluh Kota, tahun 2002 kami di suruh membuat Tim untuk menginventarisasi keberadaan Menhir yang ada di setiap Kecamatan di Lima Puluh Kota, seingat saya waktu itu ikut adalah : Yulfian Azrial , RayFoster WM, Arwital Afrimars Mas, Maswardi.

Ketiga adalah pebangunan Medan Nan Bapaneh di Nagari Tarantang. Dalam sebuah diskusi tentang nama-nama suku yang ada di Lima Puluh Kota, saya sebutkan bahwa suku Sambilan di Nagari Tarantang tidak sama dengan Suduik Sambilan di nagari lain, yang ada di Lima Puluh Kota, karena suku Sambilan di Nagari Tarantang bukanlah suku komposit.

Kemudian beliau marah “ Saya orang Taeh asli dan orang Luhak Limo Puluah, tahulah saya dari pada bung! tentang keberadaan suku-suku di Lima Puluh Kota” ujar bapak Alis Marajo Dt.Sori Marajo.
Saya hanya bisa diam, tetapi setelah saya tulis secara lengkap nama-nama suku setiap nagari yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota di Koran Pemda “SINAMAR” dan “MINGGUAN RAKYAT MANDIRI” beliau berkata "Teruslah menulis..."

Dan beliau bertanya "Kita ingin membangun Medan Bapaneh di Tarantang untuk penampilan seni dan budaya menurut bung apa yang bagus namanya?"

Saya jawab “Nagari Tarantang terdiri dari dua jorong, yaitu Jorong Tarantang dan Jorong Lubuak Limpato dan mempunyai dua balai adat yang bernama Balai Katian di Jorong Lubuak Limpato yang berfungsi untuk menimbang segala perkara dan silang sengketa adat di Bagarib Tarantang. Setelah ditimbang-timbang seadil-adilnya perkara itu kemudian baru di putuskan di Balai di Jorong Tarantang.

Jika kita buat medan Bapaneh di Tarantang dengan seizin ninik mamak dan tokoh masyarakat kita beri nama “Medan Bapaneh "Katian Putuih”.

Saat saya jadi Sekretaris Dinas Kebudayaaan dan Pariwisata tahun 2008 dengan Kepala Dinasnya Awaluddin, Medan Bapaneh ini dijadikan Kantor Dinas Kebudayaaan dan Pariwisata dan sekarang tempat ini dijadikan Kantor LKAAM Lima Puluh Kota.
MJ: Apa ciri-ciri khas dan strategi dari pola pembangunan dari Tuan Alis Marajo dalam pembangunan Lima Puluh Kota periode pertama?

RS: Periode pertama Tuan Alis Marajo jadi Bupati Lima Puluh Kota saya menjabat jadi camat Harau 2002-2004 . Sejak saya dilantik jadi Camat Harau Februari 2002, saya sering berdiskusi dan dipercaya membuat bahan pidato Bapak Alismarajo, sesuai dengan plat Nomor Polisi Camat Harau BA.75C
BA75C , saya panjangan menjadi Berkata Alismarajo (BA) dengan 7 strategi , 5 Capital (modal)
7 Strategi dalam pembangunan Lima Puluh Kota pada periode awal 2000-2005- adalah :
1. Legalitas adalah keabsahan atau kesahihan suatu hal (tindakan, dokumen, atau entitas) yang diakui oleh hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, memastikan bahwa sesuatu itu sah secara hukum dan tidak melanggar aturan, Maka dalam setiap menjalankan , melayani mayarakat harus dengan aturan apakah Peraturan Bupati (Prerbub) atau Peratuan Derah (Perda) supaya tidak salah arah.
2. Empiris berarti sesuatu yang dikerjakan harus berdasarkan data atau pengalaman nyata, terutama yang diperoleh melalui percobaan, penemuan, atau pengamatan langsung melalui panca indra, bukan hanya teori atau logika.
3. Behavior (perilaku/tingkah laku) adalah segala tindakan atau respons yang ditunjukkan oleh individu atau makhluk hidup sebagai reaksi terhadap situasi atau rangsangan dari lingkungannya, mencakup cara berpikir, berbicara, bergerak, dan mengambil keputusan, yang dapat dipelajari dan dipengaruhi oleh faktor internal (genetik) dan eksternal (lingkungan, keluarga danpendidikan.
4. Interkoneksi adalah keterhubungan atau tautan antara sistem, jaringan, atau infrastruktur yang berbeda agar dapat saling berkomunikasi, bertukar data, atau berbagi sumber daya, yang paling umum dalam konteks telekomunikasi antar semua urusan sejak dari nagari, Kecamatan, Kantor dan Dinas dalam melayani masyarakat harus satu Interkoneksi.
5. Sinergis berarti keadaan atau sifat di mana dua atau lebih elemen bekerja sama secara harmonis untuk menghasilkan efek gabungan yang jauh lebih besar dan lebih baik daripada jika mereka bekerja sendiri-sendiri (efek "satu tambah satu lebih dari dua"), menciptakan nilai tambah, efisiensi, dan hasil yang lebih optimal melalui kolaborasi, integrasi, dan saling melengkapi. Istilah ini berasal dari kata Yunani synergos yang berarti "bekerja bersama.
6. Empowerment (Pemberdayaan) adalah proses memberikan kekuatan, kepercayaan diri, wewenang, dan kemampuan kepada individu atau kelompok untuk mengendalikan hidup mereka, mengambil keputusan, serta bertindak secara mandiri untuk mencapai tujuan, seringkali dengan mengembangkan potensi yang sudah ada dan meningkatkan posisi tawar mereka dalam masyarakat atau organisasi. Ini melibatkan pemberian akses ke sumber daya, informasi, dan peluang untuk pertumbuhan diri dan kemandirian, baik dalam konteks pribadi, sosial, maupun profesional.
7. Religius adalah sikap, keyakinan, atau perilaku yang berkaitan erat dengan agama, menunjukkan ketaatan, penghormatan, dan pengamalan ajaran serta nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, mencakup aspek keyakinan, praktik ibadah, penghayatan, pengetahuan, dan dampak pengamalannya dalam perilaku sosial. Seseorang yang religius cenderung memiliki landasan moral kuat dan mencari makna hidup melalui hubungannya dengan Tuhan atau kekuatan tertinggi.
Dalam pembangunan berkelanjutan, dibutuhkan 5 Capital (modal) utama yang perlu diperhatikan adalah :
(1).Capital Finansial (Uang),
(2).Capital Sumber Daya Manusia (SDM),
(3).Capital Sumber Daya Alam danLingkungan),
(4) Capital PProduksi/Fisik (Infrastruktur/Mesin), dan (5).
Capital Sosial (Kepercayaan/Jaringan), yang semuanya saling terkait dan penting untuk menciptakan keseimbangan serta kesuksesan jangka panjang pemerintahan atau wilayah.
Memelihara dan menyeimbangkan kelima modal ini krusial untuk pembangunan yang lestari berkelanjutan.
MJ: “ Apakah jalan dan jembatan fly over kelok Sembilan dizaman pak Alismarajo ?
SG; Benar dimana pada tahun 2003 setahun saya jadi Camat Harau telah dimulai adanya animasi kelok sambilan. Animasi kelok sambilan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Prasarana Jalan Sumatera Barat Ir. Rudidiyanto yang mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk membangun jembatan layang. Pembangunan jalan layang Kelok 9 mulai dikerjakan pada November 2003 setelah memperoleh persetujuan pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional pada Agustus 2003.
Sebagai Camat Harau mensosialisasikan amdal, kemungkinan adanya kabut dan kotornya jalan utama sepanjang jalan Kecamatan Harau - Kelok sambilan dalam pengangkutan material tanah dari kelok sambilan .
MJ: “Pernah saya dengar dizaman pak Alis Marajo ada rencana pembuatan bandara di Lima Puluh Kota?
SG: “Benar, dengan adanya peristiwa gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004, atau yang lebih dikenal di Indonesia sebagai gempa bumi dan tsunami Aceh, adalah peristiwa gempa bumi megathrust, dan banyak issu yang berkembang saat itu bahwa Kota Padang akan tengelam dihantam Tsunami, maka sebagai wartawan Koran Sinamar dan wartawan lepas harian Singgalang waktu saya di suruh buat berita pernyataan dari pak Alismarajo , Kubang Balambak akan dibuat Lapangan terbang, untuk mengantipasi Tsunami Kota padang, dan dibuat berita “ ima Puluh Kota siap menjadi ibukota Provinsi Sumatera Barat”.
MJ: Dapatkan bapak menceritakan tentang adanya SMK Gambir di Pangkalan?
SG : “Dalam sebuah diskusi dengan bapak Alismarajo , jika tidak salah ditahun 2003, saya menyarankan peningkatan jumlah sekolah kejuruan (SMK) sebagai strategi kunci untuk memajukan pembangunan daerah karena beberapa alasan utama:Penyediaan Tenaga Kerja Terampil Lokal,Peningkatan Relevansi Pendidikan dengan Kebutuhan Industri ,kurikulum SMK disesuaikan dengan permintaan pasar dengan berfokus pada keterampilan praktis . lulusan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi riil, yang secara langsung mendukung sektor-sektor utama pembangunan daerah .
Dengan adanya SMK di Lima Puluh Kota,ketersediaan tenaga kerja terampil yang melimpah dan relevan dapat menarik investor baru dan perusahaan untuk membuka cabang atau beroperasi di daerah Lima Puluh Kota . Hal ini menciptakan lingkaran positif: investasi baru menghasilkan lebih banyak lapangan kerja, yang selanjutnya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Keberadaan SMK, selain keterampilan teknis, banyak program kejuruan juga mengajarkan keterampilan kewirausahaan. Lulusan didorong untuk tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja sendiri dengan membuka usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkontribusi pada ekonomi lokal daerah Lima Puluh Kota.
Kemudian bapak Alis Marajo berkata “Saya punya teman bernama Indra Jati Sidi, saat itu menjadi DirjenDikdasmen Kementrian Pendidikan Nasional,dia ingin membantu membuatkan SMK Gambir diPangkalan, dan dimana sebaiknya kita bangun ?
Karena saya pernah berdinas sebagai Penyuluh Pertanian dan Sekretaris Pelaksana Harian Bimas di Kecamatan Pangkalan, dan dimana pada areal BPP Pangkalan di Bukik Lacan Pauh Anok sangat luas maka dapat dibangun sebuah SMK Gambir disana, maka saya mengusulkan untuk dibangun SMK Gambir disana.
jika tidak salah catat, SMK ini mulai pada tahun 2004, sebab saat itu saya menjabat Kabid Diklat dan Latihan di Badan Kepegawain Daerah Lima Puluh Kota.Sebab saran saya saat itu kepada guru-guru “ Jika tidak ingin pindah-pindah cari suami atau istri sesama mengajar atau pilih orang Pangkalan”.
MJ: Dapatkah bapak menjelaskan apa yang dimaksud dengan jargon GERBANGMAS dan jargon GERBANGGOR?
SG:” Jargon Gerbang Mas dipakai saat periode tahun 2000-2005 yang artinya Gerakan Pembangunan Masyarakat . Masyarakat bersama dinas terkait bergotong royong membangunan atau membersihkan sarana prasarana lingkungan tempat mereka tinggal.
Pada saat saya jadi Camat Harau (2002-2004) melalui Gerbang Mas dilakukan merintis jalan lingkar dari Sarasah Tanggo- sarasah Tolang dan Pondok batu, merintis jalan dari Solok Bio-Bio ke Landai-Sungai Data untuk mengembangkan Ngalau Seribu, merintis jalan dari Aie Putiah ke Buluah Kasok dan perbaikan irigasi di Buluah Kasok.
Sementara pada periode 2010-2015 Gerakan Pembangunan Masyarakat (Gerbang Mas diubah menjadi Gerakan Gotong Royong (Gerbang GOR), setiap 10 orang aparat Sipil Negara (ASN) per Kantor/ Dinas ikut bergotong royong bersama masyarakat, biasanya masing-masing Kantor?dinas membawa sumbangan. Jadwal ditetapkan dengan adanya permintaan dari nagari.
MJ: Dapatkah bapak menceritakan kapan dimulainya Olah Raga Paralayang di Taeh Bukik Gunung Bungsu ?.
SG:
Saya berdinas pertama kali di Kabupaten Lima Puluh Kota adalah Nagari Taeh Bukik di lereng Gunung Bungsu, sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan saat bulan Safar pergi naik ke puncaknya. Dari puncak Gunung Bungsu, tepatnyabernama Puncak Lontiak, tanpak Batang Sinamar meliuk-liuk seperti ular raksasa melewati Nagari Mungka di Kecamatan Mungka dan Nagari Taeh Baruah.
Di Tahun 2008 saya menjabat Sekretaris Kantor Pariwisata dan Kebudayaan, diwaktu itu membuat Rencana Induk Pengembangam Pariwisata Daerah (RIPDA) membuat rencana suatu kawasan Daya tarik wisata hasil buatan manusia selanjutnya dapat, meliputi:
Fasilitas rekreasi dan hiburan/taman bertema, yaitu fasilitas yang berhubungan dengan motivasi untuk rekreasi,hiburan (entertainment) maupun penyaluran hobi, contoh:
taman rekreasi anak di Kawasan Harau, taman hibura(Taman kupu-kupu (butterfly garden)) di Harau dansebagainya.
Fasilitas rekreasi dan olahraga, contoh:untuk olahraga Paralayang dan Taeh Bukik.
Pada tahun 2012 saya menjabat Sekretaris Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olah Raga (BUDPARPORA) dengan Kepala Dinasnya Zulhikmi Dt.Rajo Suaro.
Pada tanggal 12 bulan 12 tahun 2012 akan dilaksanakan Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) dan Lima Puluh Kota sebagai tuan rumahnya.
Maka untuk untuk venue (tempat atau lokasi khusus yang disediakan untuk kegiatan olahraga Paralayang) mengapung tiga calon lokasi, Nagari Kubang,Maek dan Taeh Bukik. Dalam diskusi bersama bapak Alis Marajo saat itu dia mengusulkan di Jorong Bukik Tapuang <Taeh Bukik, Gunuang Bungsu.Maka Dinas Budparpora dimintakan mencarikan dana Rp.10.000.000 juta untuk sewa alat merintis jalan ke Puncak Lantiak Gunuang Bungsu dan pelaksaaannya dilaksanakan dengan Gerakan Gotong Royong (gerbang Gor) bersama masyarakat Taeh Bukit dan pada Porprov 12-12-12 resmi dibuka venue ini dengan atlit Khairul Apit terbang dari Gunung Bungsu membawa bendera Porprov dan mendarat di GOR Singa Harau tepat jam 14.oo WIB.
MJ:”Dapatkah bapak menceritakan Kenapa pak Alis Marajo tersandung oleh kebijakannya sendiri dan sempat masuk Penjara ?
SG;Dengan semangat yang tinggi untuk mempercepat membangun Lima Puluh Kota. Dalam catatan harian saya sebagai camat dan wartawan pada bulan Maret 2003, setelah meninjau calon lokasi Kantor Bupati di Bukik Limau Sarilamak hadir pada saat itu (Alis Marajo, Mukhti Kepala PU Lima Puluh Kota Mukhti, Rusdianto Kepala PU Provinsi Sumatera Barat, kami melanjutkan perjalanan meninjau Rest Area di Hulu Aie dan beristirahat makan siang di Bandrek Haose Hulu AAie, topik diskusi saat itu adalah :Rencana Pembangunan jembatan kelok Sembilan (fly Over). Dan mendukung Sarilamak sebagai simpul Kabupaten Lima Puluh Kota maka dibutuhkan kegiatan dan terobosan pembukaan jalan baru dalam upaya mempercepat pembangunan untuk mempercepat kesejahteraan rakyat.
Dalam diskusi tersebut bapak Rusdianto menyampaikan bahwa berdasarkan Keppres No. 16 Tahun 1994, yang merupakan peraturan tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menggantikan Keppres No. 29 Tahun 1984. Peraturan ini berfungsi sebagai landasan hukum untuk pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara pada saat itu.
Untuk membiayai proyek dapat dilakuan dengan “Fournering”: Berarti penyediaan atau penyerahan barang/jasa/dana. Dalam konteks anggaran, ini merujuk pada penyediaan dana secara berkala kepada kementerian/lembaga untuk membiayai kegiatan operasional atau proyek.
Berdasarkan informasi ini bapak Alismarajo melaksanakan rapat dan diskusi yang dihadiri oleh Kepala Bappeda, Kepala Dinas/kantor, Sekda dan beberapa anggota DPRD Lima Puluh Kota, hasil diskusi dan rapat mendukung untuk mempercepat pembangunan dimungkinkan dilaksanakan dengan“Fournering”.
Pada tahap awal direncanakan membukan jalan dari Hulu Aie ke KuBang Balambak-Landai-Sungai Data dan Mungka.Jalan lingkar Sarasah Tango-Sarasah Talang dan Kandang Batu Nagari Solok Bio-abio. Jalan dari Koto Lamo sampai ke Nenan, Kubang Balambak ke Maek, Kubang Balambak ke Gurun. Membuka jalan baru dari Sungai Ipua ke Subayang dlll.
Karena ketersedian dana daerah belum tersedia, maka melalui pendekatan dengan pengusaha pengusaha seperti pimpinan PT. Andrico pak H Anas dapatlah dilaksanakan beberapa kegiatan dengan “Fournering” yang dilaksanakan pada awal tahun 2003.
Namun belum sempat dana dicairkan , keluarlah Keputusan Presiden (Keppres) 80 Tahun 2003, mengatur tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP), yang bertujuan agar proses pengadaan barang dan jasa oleh instansi pemerintah (APBN/APBD) berjalan efektif, efisien, transparan, terbuka, bersaing, adil, dan akuntabel, serta menggantikan aturan sebelumnya (Keppres No. 18 Tahun 2000). Regulasi ini menjadi acuan utama untuk semua kegiatan pengadaan yang dibiayai APBN/APBD, baik dengan penyedia barang/jasa maupun swakelola. Dalam Kepres ini tidak mungkin lagi dilakukan dibayar dengan “Fournering”, maka terjadilah persolan besar yang menyeret pak Alis Marajo terhadap kondisi dan kebijakan telah berlalu, menjadi alot dan dinamis.
dr. Alis Marajo Datuak Sori Marajo lahir 23 Juni 1946 dan meninggal 28 Maret 2023) almarhum adalah politikus senior Partai Golongan Karya, dokter, dan mantan dosen yang menjabat Bupati Lima Puluh Kota dua periode yakni 2000–2005 dan 2010–2015. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota periode 2009–2010. Sebelum terjun ke politik, ia merupakan dosen tetap Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sejak 1977 hingga 2000. Marilah kita hadiahkan Alfatihah buat almarhum.
Ditulis kembali oleh H.Saiful Guci di Lapau Sumber Percakapan (eSPe) Kasiah Bundo, 11 Desember 2025

=======

Pict: Riau1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar