IG elmaslak | Bagaimana sesungguhnya tanggapan para sarjana dari Universitas Al-Azhar tentang hermeneutika?[1] Pertanyaan ini sering sekali diajukan pengkaji al-Quran kepada kami, jujur untuk menjawab ini butuh usaha dan pemahaman konsep yang cukup menguras pikiran dan waktu, terlebih, rujukan yang ada, nampaknya belum beredar secara luas, sehingga perlu waktu cukup panjang untuk bisa mengulas. Buku demi buku kami telaah dan diskusikan secara intens agar kami bisa hadirkan analisis tentang alasan apa yang membuat Al-Azhar menolak penerapan hermeneutika sebagai tawaran penafsiran al-Quran. Terutama bentuk hermeneutika yang ditawarkan sarjana modernis timur-tengah.
Semoga tulisan pembuka ini dapat membantu kawan-kawan dalam memahami respon dari akademisi Al-Azhar tentang penerapan hermeneutika untuk menafsirkan al-Quran.
Untuk info seputar tafsir al-Quran dan Ilmu-ilmu al-Quran silahkan follow @elmaslak free untuk disebarkan dan repost 😁
=========
Catatan kaki:
[1] Hermeneutika adalah studi tentang interpretasi atau seni memahami makna dari suatu teks, simbol, atau fenomena, yang berkembang dari metode penafsiran teks suci menjadi cabang filsafat yang mengkaji hakikat pemahaman manusia tentang keberadaan, pengetahuan, bahasa, dan realitas, melibatkan proses pembacaan mendalam yang melampaui makna harfiah, seringkali dengan mempertimbangkan konteks historis, budaya, hingga psikologis untuk menemukan makna yang lebih kaya dan mendalam, seperti yang diterapkan dalam teologi, hukum, sastra, dan ilmu sosial.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar