Langsung ke konten utama

Sang Pembuat Batu Malin Kundang



FB Rafles Semende | Ternyata Batu Malin Kundang Dibuat Oleh Prof. Dr. Ibenzani Usman & Dasril Bayras pada tahun 1980-an. Yang pembuatanya untuk menarik wisatawan dan sebagai pengingat pesan moral cerita Malin Kundang, yaitu larangan durhaka kepada orang tua.
Nah, saat ini banyak yang belum tahu kalau batu tersebut adalah buatan tangan manusia, namun kita akan kulik tentang Prof. Dr. Ibenzani Usman siapakah dia?
Dia adalah seorang ahli seni rupa, pendidik, dan juga komponis Indonesia. Dirinya juga guru besar seni rupa Universitas Negeri Padang (UNP) dan memiliki andil dalam pengembangan institusi seni rupa di Padang, dirinya telah banyak berkarya dalam hal seni rupa.

Ibenzani dikenang lewat lagu-lagu ciptaannya meliputi lagu seriosa Indonesia, lagu Minang, dan mars. Di antara lagu gubahannya yakni "Desaku", "Lintuah", serta mars Universitas Andalas, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Padang Kota Tercinta. Di bidang seni rupa, Tugu Padang Area yang merupakan monumen terbesar di Padang dan Batu Malin Kundang di Pantai Air Manis adalah hasil rancangannya.
Ibenzani menekuni bidang seni rupa dari S-1 sampai S-3 di ITB. Setelah meraih gelar sarjana pada 1962, ia pulang ke Padang dan mengajar untuk bidang keilmuan seni rupa di beberapa perguruan tinggi Sumatera Barat. Ibenzani menyelesaikan S-3 di ITB pada 1985 lewat disertasi tentang seni ukir Minangkabau.
Referensi
Jurnal Kebudayaan Genta Budaya 1995, hlm. 78–80.
Masoed Abidin 2005, hlm. 186–187 Nazif Basir 2017, hlm. 151–153. Rahmat Irfan Denas 26 Februari 2019.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...