Begini beda Logs sama pohon tumbang.

IG @mkaruniasa | Logs atau kayu bulat, diperoleh dari menebang pohon. Logs dari hutan tanaman di Indonesia (ditanam) biasanya ukurannya seragam,  diameternya kecil, sekitar 30 cm. Logs dari hutan alam (tumbuh alami), ukurannya lebih besar dan beragam, bisa 50 cm atau lebih. Biasanya logs ditebang dengan gergaji mesin, jadi kedua ujungnya rata.

Logs, tergantung jenis pohonnya, bisa tenggelam atau mengapung/tidak tenggelam kalo dimasukkan air. Logs yang tenggelam tranportasinya lewat darat, pakai truk logging, atau dengan kapal ponton lewat sungai. Logs yang mengapung, dirakit, dihanyutkan lewat sungai yang landai, bukan sungai yang terjal, banyak batu, apalagi ada air terjunnya. Jika sungai terjal, ya diangkut truk, lewat darat.

Jadi, Logs kayu tenggelam biasanya dikumpulkan di pinggir jalan, bukan di pinggir sungai, kecuali mau diangkut kapal. Logs kayu tidak tenggelam, dikumpulkan dipinggir sungai yang landai, tidak terjal, tidak banyak batu, yang bisa dilewati kapal, utk siap dirakit ke hilir. Kalo sungai tidak bisa, ya juga dikumpulkan di pinggir jalan.

Pohon roboh, baik karena tua, lapuk, perubahan struktur tanah, longsor, atau karena banjir, bentuknya beda dengan logs. Pohon roboh karena tua dan lapuk terlihat dari batang dan rantingnya yang rapuh. Pohon roboh karena struktur tanah, longsor atau terhempas banjir, umumnya sebagian akar dan cabangnya terlihat, tidak serapih Logs yang tanpa akar dan ranting, dan kedua ujung rata bekas gergaji mesin.

Banjir di sungai yang landai, bisa menghanyutkan pohon tepi sungai yang ikut tumbang dan logs kayu tidak tenggelam yang ditaruh di tepi Sungai atau yang terkena banjir.

Banjir di sungai yang terjal, lebih banyak membawa longsoran tanah, batu, semak, dan pohon di tebing sungai yang tergerus banjir.

Silahkan kalo sudah mau ngobrol logs dan banjir..☕️🌿

Salam Lestari


Tidak ada komentar:

Posting Komentar