Fenomena Ramah Bule Ganas Ke Wisatawan Lokal? Kisah Wisatawan Asal Kalimantan di Bali
Tahukah Kamu | BALI – Bali dikenal dunia karena senyum ramah warganya. Namun, keramahan itu sepertinya punya "syarat dan ketentuan berlaku". Sebuah video viral baru-baru ini membongkar sisi gelap pariwisata di Pulau Dewata: Jika kamu Bule, kamu Raja. Tapi jika kamu wisatawan lokal (domestik)? Siap-siap saja elus dada diperlakukan kasar oleh oknum setempat.
- Jauh-jauh dari Kalimantan, Disambut "Palak".
Niat hati ingin liburan bahagia, seorang ibu wisatawan asal Kalimantan justru mengalami kejadian tidak mengenakkan di Pelabuhan Padangbai. Padahal ia dijemput oleh mobil pribadi keluarganya sendiri, bukan taksi online. Namun, mobilnya dihadang oleh sekelompok pria lokal yang melarangnya naik dengan alasan "mobil luar tidak boleh ambil penumpang". Ia dipaksa pindah ke travel lokal atau membayar sejumlah uang.
- Aturan "Organisasi" di Atas Hukum?
Yang bikin geram netizen adalah arogansi oknum tersebut. Dalam video, pria itu dengan nada tinggi mengklaim, "Kami di sini punya organisasi, berbadan hukum!". Seolah-olah aturan kampung mereka lebih tinggi dari undang-undang lalu lintas negara yang membebaskan siapa saja menjemput keluarga sendiri. Bahkan dengan sombong ia menantang korban untuk lapor polisi jika tidak terima.
- Mentalitas "Inlander" yang Mendarah Daging.
Kejadian ini memicu perdebatan soal "Mental Inlander" di sektor wisata kita. Saudara sebangsa sendiri seringkali dianggap mangsa yang lemah dan diperas, sementara turis asing dipuja-puja dan dilayani bak dewa. Publik khawatir, jika fenomena "Ganas ke Lokal" ini terus dibiarkan, wisatawan domestik akan kapok ke Bali dan lebih memilih liburan ke luar negeri yang harganya tak jauh beda tapi pelayanannya setara.
Disadur dari : Bali Infoo
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar