Minangkabau di Sumbar daratan maupun Minangkabau Di Riau ( Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi) Adalah Melayu Minangkabau


FB Rendy Afwir Yuanto | Minangkabau di Sumbar daratan maupun Minangkabau Di Riau ( Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi) Adalah Melayu Minangkabau. 

Sutan Muhammad Zain (Ahli Bahasa & Sastrawan)
“Orang Minang tidak boleh lupa bahawa mereka adalah cabang dari pohon Melayu yang besar. Bahasa kami, sastera kami, semuanya bersumber dari rumpun yang sama.”
Kutipan tersebut, yang diucapkan oleh sastrawan dan ahli bahasa Minang, Sutan Muhammad Zain pada Kongres Bahasa Indonesia 1938, menekankan bahwa orang Minang adalah bagian integral dari Bangsa Melayu yang lebih besar; bahasa dan sastra Minang berasal dari akar yang sama yaitu Melayu, menegaskan identitas budaya Minang yang menyatu dengan budaya Melayu di kepulauan ini (Alam Melayu) secara historis dan linguistik, bukan terpisah darinya.

Minangkabau itu nama sebuah Ranah dan nama sebuah sistem Adat, dan Nama bangsanya ialah Melayu. Seolah terpisahnya Minangkabau dari Bangsa Melayu tidak lepas dari tangan besi Pemerintah pusat saat itu dalam menyikapi perjuangan PRRI.

Sebelum tragedi itu orang Minangkabau sudah terbiasa dengan Istilah Melayu Minangkabau. Sama dengan Istilah Etnis Melayu lain nya seperti Melayu Deli, Melayu Asahan, Melayu Siak, Melayu Jambi, Melayu Palembang, Melayu Pahang dll.
Seperti kutipan kutipan dari tokoh-tokoh bangsa yang berasal dari Melayu Minangkabau.
1. Mohammad Hatta (Proklamator Kemerdekaan, Wakil Presiden RI Pertama)
“Adat Minangkabau adalah adat yang hidup, tumbuh dari jiwa Melayu yang beragama Islam.”
(Sumber: Memoir Mohammad Hatta)
2. Tan Malaka (Revolusioner dan Pemikir Nasionalis)
“Orang Minang adalah bagian dari rumpun Melayu yang gigih berjuang untuk kemerdekaan.”
(Sumber: Madilog, 1943)
3. Buya Hamka (Ulama dan Sastrawan)
“Minangkabau itu Melayu, dan Melayu itu Minangkabau. Tidak ada pemisahan, karena budaya, bahasa, dan sejarah kita menyatu dalam keislaman dan kemelayuan.”
(Sumber: Islam dan Adat Minangkabau, 1951)
4. Sutan Sjahrir (Perdana Menteri Pertama RI)
“Kami orang Minang adalah Melayu yang berjuang untuk Indonesia, karena Melayu adalah akar kami.”
(Sumber: Renungan dan Perjuangan, 1945)
5. Agus Salim (Diplomat dan Pahlawan Nasional)
“Bahasa Minang adalah dialek Melayu, dan kebudayaan Minang adalah bagian tak terpisahkan dari dunia Melayu.”
(Sumber: Pidato Kongres Pemuda, 1928)
6. Tuanku Imam Bonjol (Pahlawan Nasional, Pemimpin Perang Padri)
“Kami orang Minang adalah anak Melayu yang berjuang menegakkan agama Allah dan mempertahankan tanah adat.”
(Sumber: Naskah Tuanku Imam Bonjol, abad ke-19)
7. Datuak Sutan Maharaja (Tokoh Pers & Pergerakan Nasional)
“Bahasa Minang itu tiada lain adalah Melayu yang berurat berakar di ranah ini.”
(Sumber: Surat Kabar “Oetoesan Melajoe”, 1918)
8. Buya Hamka (dalam karya lain)
“Minangkabau itu Melayu, cuma berbeza sedikit bahasanya, tapi asasnya adalah Melayu. Adatnya, budayanya, dan agamanya adalah Melayu-Islam.”
(Sumber: Tafsir Al-Azhar, Jilid 1)
9. Sutan Muhammad Zain (Ahli Bahasa & Sastrawan)
“Orang Minang tidak boleh lupa bahawa mereka adalah cabang dari pohon Melayu yang besar. Bahasa kami, sastera kami, semuanya bersumber dari rumpun yang sama.”
(Sumber: Kongres Bahasa Indonesia, 1938)
10. Rasuna Said (Pahlawan Nasional, Orator Perempuan)
“Kita orang Minang adalah Melayu yang revolusioner. Jangan pisahkan kami dari sejarah perjuangan Melayu menentang penjajah!”
11. Rohana Kudus menerbitkan Surat kabar Sunting Melayu.
Kemudian istilah Melayu di jaman Dahulu sudah sangat lekat kepada orang orang Minangkabau di masa masa lampau sebelum nya seperti
Raffles menyebut Minangkabau "Adalah Pusat dan Sumber Kekuatan Malay". Kenapa Rafles tak menyebut Melake, Johor, Riau, Palembang sebagai pusat dan sumber Malay. William Marsden menyebut "Malayo" adalah istilah lokal di Minangkabau.
Bahasa Minangkabau adalah bahasa Malayo/Melayu murni yang tidak tercampur bahasa Arab Jawa dan Eropa. (History Of Sumatra 1811). Kerajaan Malayapura(Pagaruyung) di Minangkabau yang memakai istilah Melayu pertama kali yang memiliki makna Malaya = bukit-bukit , Pura = Kerajaan
Prasasti Amoghapasa terpahat kalimat "BHUMI MALAYU" di temukan di Prov Sumbar wilayah alam orang-orang Minangkabau. Penyebar Islam di Sulawesi sebelum abad ke 21 lebih di kenal Berasal Dari Melayu , yang kemudian hari di teliti kembali Melayu yang di maksud ialah Minangkabau
Penamaan MALAYA MALAYU MALAYO MALAY itu semua merujuk ke Minangkabau tak ada satu pun merujuk ke semenanjung atau pesisir timur sumatra. Lalu orang² di wilayah yang logat memakai "E" menjadi "mElayu" di pinggiran laut pesisir timur dan selat Melake.
Seharusnya minangkabau paling utama mengangkat identitas Melayu ini, karena istilah Melayu asalnya dari Minangkabau yang berarti Kerajaan Berbukit bukit.
Dan di masa sebelum terjadi Nya perpecahan identitas Melayu di Sumatra tengah pasca PRRI , orang Minang memang terbiasa dengan identitas Melayu.
Perpecahan ini menyebabkan orang orang Islam Melayu menjadi Ter kotak kotakan , dan persatuan Islam tidak dapat di gapai dengan baik, padahal dunia Melayu adalah dunia Islam.
Seperti halnya negeri sembilan Malaysia, mereka tetap menjadi Minangkabau dan tetap memakai identitas Melayu.

Melayu itu sebuah bangsa yang di dalamnya meliputi banyak etnis seperti
Melayu Minangkabau
Melayu Jambi
Melayu Riau lingga
Melayu Siak
Melayu Deli
Melayu Asahan
Melayu Brunai
Melayu Pahang
Melayu Kelantan
Melayu perak
Melayu Palembang
Melayu Pattani
Dll
.
Note:
bedakan makna Suku dalam Istilah Melayu Minangkabau dengan istilah Suku dalam bahasa Indonesia, suku dalam istilah Melayu Minangkabau bermakna Klan/nama keluarga/marga dari jalur ibu ,.
Jadi sub suku Melayu/Malayu dengan suku Bangsa Melayu adalah suatu yang berbeda walau memiliki istilah sama.
Melayu Minangkabau ini termasuk dalam Payung Bangsa Melayu.
=========
Baca Juga:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar