FB Komunitas Pecinta Film Indonesia Jadul | Novia Kolopaking bolos sekolah bukan berarti ia anak nakal. Tapi demi sebuah peran. Itulah resiko seorang artis. Tentu di hari lain Novia ngebut mengejar ketinggalan pelajaran sekolah.
Berlakon menjadi Siti Nurbaya bukan bolos saja yang harus dilakukan, tapi perempuan berambut panjang ini juga harus berpuasa. Lho kenapa?. "Karena shot pertama di jamping. Artinya ketika saya melakoni Siti Nurbaya menikah dengan Datuk Maringgih badan harus kurus," ujarnya. Ketika itu batin Sitti Nurbaya tercabik cabik. Dan ketika berpacaran dengan Samsul Bahri tubuh idealnya seorang gadis yang lagi kasmaran.
Dedi Setiadi sutradara miniseri Siti Nurbaya ini tidak asal pilih casting untuk Novia. Pemilihan pemeran Siti Nurbaya dengan riset dan diskusi. Drs. Ishadi direktur TVRI punya andil juga, atas instruksinya gadis manis berkulit hitam manis untuk melakoni Siti Nurbaya. Alasannya Novia memiliki kesamaan dengan Siti Nurbaya baik lirik dan gayanya.
Ternyata jatuhnya peran Siti kepada Novia sangat tepat. Selain postur dan akting Novia yang ideal, dia juga punya usaha untuk mempelajari karakter Siti Nurbaya. Dengam segenap kemampuannya yang mempunyai latar belakang teater membuat Siti Nurbaha hidup dan tidak sekedar hadir. Airmata Novia Kolopaking jatuh berderai derai memeluk sang ibu yang di perankan oleh Erni Tanjung saat ia menolak dinikahkan dengan Datuk Maringgih . Maka terhanyutlah kru TVRI melihat kemampuan Novia.
Tags: film
, padang
, padang kolonial
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar