FB SD&N | Raffles menyebut Minangkabau "Adalah Pusat dan Sumber Kekuatan Malayu". Kenapa Rafles tak menyebut Melaka, Johor, Riau, ataupun Palembang sebagai pusat dan sumber Malayu?.
William Marsden menyebut "Malayo" adalah istilah lokal di Minangkabau. Bahasa Minangkabau adalah Bahasa Malayo/Melayu murni yang tidak tercampur bahasa Arab, Jawa, dan Eropa. (History Of Sumatra 1811).
Kerajaan Malayapura (Pagaruyung) di Minangkabau. Prasasti Amoghapasa terpahat kalimat "BHUMI MALAYU" di temukan di Provinsi Sumbar wilayah alam orang-orang Minangkabau.
Penamaan MALAYA MALAYU MALAYO MALAY itu semua merujuk ke Minangkabau, tak ada satu pun merujuk ke semenanjung atau pesisir timur sumatra. Lalu orang-orang di wilayah yang logat memakai "E" menjadi "mElayu" di pinggiran laut pesisir timur dan selat Melaka mengklaim itu semua berasal dari mereka, dan catatan sejarahpun dibelokkan bahwa asal Melayu dari wilayah mereka.
Kenapa Minangkabau tak mau di samakan dengan Melayu era modern? Karena identitas orang Minangkabau sangat jelas, suku di dapat dari keturunan Ibu. Sedangkan Melayu sekarang lebih ke identitas politik untuk menambah jumlah populasi jiwa, identitas gado-gado siapa saja bisa menjadi Melayu asal Islam [di Minangkabaupun deikian, semua orang Islam dapat menjadi Minang, syaratnya satu; Mengisi Adat]. Di semenanjung hanya Chinese yang tak di masukkan ke Melayu. Batak mualaf tinggal di pesisir timur bisa menjadi melayu, bangla prindavan islam tinggal di semenanjung/pesisir timur bisa menjadi melayu. Orang Dayak dahulu masuk islam menjadi melayu di kalimantan, tapi orang Dayak sekarang yang masuk islam kembali ke fitrahnya tetap menyebut Dayak.
=========
Baca Juga:


Tidak ada komentar:
Posting Komentar