Langsung ke konten utama

Perancang Toga Wisuda


Siapakah yg mendesain baju dan topi Toga yang selalu digunakan pada saat wisuda? Mengapa topi Toga berbentuk kotak? Diambil dari bentuk apakah topi tersebut? Inilah jawabannya:

Yang mendisain baju dan topi tersebut adalah Fatimah Al Fihri.
Kenapa topi berbentuk kotak? Karena Fatimah ingin siapapun yang menggunakan topi tersebut sewaktu diwisuda, pikirannya selalu ingat akan Baitullah atau Ka'bah yang berbentuk kotak dan berwarna hitam tersebut. Ya, bentuk Ka'bah yang kotak itulah yang mengilhami Fatimah ketika mendisain topi toga yang hingga kini masih dipergunakan para wisudawan/wati.
Tapi, siapakah Fatimah Al Fihri tersebut? Fatimah adalah perempuan Muslim yang mendirikan universitas pertama di dunia, Universitas Qawariyyin, di daerah Fez, Maroko. Hal ini tetcantum dalam buku Guinness Wolrd Records 1989 bahwa Universitas tersebut tercatat sebagai Universitas pertama dan tertua di dunia.

Universitas yang berawal dari bangunan masjid tersebut dibangun selama 2 thn (859 - 861 M). Menurut sebuah riwayat, selama pembangunan berlangsung, Fatimah selalu menjalankan ibadah puasa. MaSyaa Allah...
Ilmuwan-ilmuwan dunia yang merupakan alumni Universitas tersebut, di antaranya:
  1. Ibnu 'Arabi,
  2. Ibnu Bajjah,
  3. Ibnu Khaldun,
  4. Abdullah Al Ghumari,
  5. dan lainnya.
  6. Bahkan seorang mahasiswa non muslim bernama Gerber dari Auvergne yang kelak menjadi Paus Silvester II di Vatikan, pernah menjadi mahasiswa di Universitas tsb.
Itulah sekelumit riwayat tokoh besar Muslimah Dunia yg selama ini terlupakan: *Fatimah Al Fihri.*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...