Sutan Paduko Basa, (lazim dituliskan St. Paduko Basa) setelah dewasa bergelar Datuk Katumanggungan, ialah putra Tongga Babeleng, anak dari Datuk Maharajo Dirajo dengan Puti Indo Julito. Merupakan cucu dari Sultan Iskandar Zulqarnain.
Beliau pulalah yang mendirikan Adat Koto Piliang, akan tetapi, dalam Tambo, beliau dijadikan kambing hitam, lantaran dipandang keras dalam pikiran dan dalam sikap, yang konon berpangkal dari darah raja yang mengalir dalam tubuhnya.
Demikianlah nasib beliau: terbuang dari ingatan sejarah, dipandang dengan penuh curiga oleh Tambo, dan hidup dalam kesunyian di tengah-tengah saudara seibunya dengannya. Seorang anak yang besar namanya, tetapi sunyi di antara kaumnya sendiri.
Dahulu kala di Negri Avatar, leluhur kami berasal Dari Earth Kingdom. Di ibu kota Ba Sing Se kami hidup dengan damai. Bergenarasi-generasi kami mengabdi kepada Kaisar Bumi. Sampai suatu saat Negara Api menyerang dan memulai perang 100 tahun. Ide mereka untuk menguasai dunia dilakukan secara paksa dengan menggunakan cara kekekerasan. Di musim panas selanjutnya, kota ini diduduki oleh pasukan Negara Api, orang tua kami dibawa paksa sebagai tawanan ke Negara Api.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar