Langsung ke konten utama

INILAH PERATURAN BENTARA PIDIE


INILAH PERATURAN BENTARA PIDIE


Inilah peraturan bentara Pidie; pertama-tama Bentara Sirama Indera itulah Bentara Blang Pidie, dan Bentara Sinara Wangsa itupun Bentara Blang Pidie, dan Bentara Seri Muda Sati di Padang Tiji dan Bentara Raja Sati Indera dan Bentara Seri Raja Diraja dan Bentara Seri Ratna Perkasa dan Bentara Raja Udahna Sati
dan Bentara Seri Lela Raja, kawalnya di Seruli;

Dan Bentara Seri Muda Wangsa dan Bentara Maharaja Perba dan Bentara Sirama Bangsa Raja dan Bentara Seri Indera Pahlawan dan Bentara Maharaja Seri Dewa dan Bentara Raja Dewa Sakti dan Bentara Seri Diraya 

Dan Bentara Bijaya Pahlawan dan Bentara Seri Indera Perkasa dan Bentara Raja Sati Pahlawan dan Bentara Seri Nara Sati 

Dan Bentara Seri Nara Indera dan Bentara Sirama Paduka dan Bentara Seri Perdana Wangsa dan Bentara Muda Sakti dan Bentara Siraja Perba dan Bentara Seri Indera Makota dan Bentara Paduka Lela dan Bentara Siraja Indera dan Bentara Seri Bijaya Makota 

Dan Bentara Seri Sati Diraja, kawalnya di Gigieng, Pidie; dan Bentara Seri Maharaja Dewa dan Bentara Raja Perba Indera dan Bentara Paduka Sati Muda dan Bentara Seri Perdana Lela dan Bentara Seri Dewa Perkasa dan Bentara Seri Nara Raja dan Bentara paduka Singaraja dan Bentara Seri Dewa Muda dan Bentara Seri Muda Wangsa, dan kawalnya ke Kiran, dan Bentara Raja Dewa Pahlawan dan Bentara Raja Lela Makota dan Bentara Raja Lela Muda dan Bentara Seri Nara Perba dan Bentara Seri Muda Wangsa dan Bentara Raja Dewa Pahlawan dan Bentara Seri Indera Pahlawan. Kemudian dari itu Seri Simara Keujruen orang Kedah,

Raja Lela Muda Mahan(?), Raja Lela Perkasa Asahan, Megat Makota Penghulu Jukan, Bentara Seri Lela Diraja Perak, Imam Bale Pidie, Seri Suara Indera dan Imam Malikul Islam dan Imam Seri Dewa Perba dan Imam Malikul Habib dan Imam Sàti Hukama dan Imam Seri Suara dan Imam Sati Ulama dan Imam Sati Perba dan Imam Malikul Habibul Mahmud dan Imam Seri Perba Sati

Dan Tandil Bujang Syik Raja Dewa Muda dan Tandil Bujang Kedah dan Penghulu Meremang, Raja Indera Dewa, Keujruen Geundrang Baiturrijal, Seri Udahna Indera, Penghulu Bendahara Seri Lela Dewa dan Penghulu Bendahara Seri Muda Wangsa.(rumoh bentara sama indra. Foto blanggong tanoh)

Disalin dari kiriman FB: Adi Fa
Gambar: tengku puteh 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...