Langsung ke konten utama

Awal masuknya komunis di Aceh


 Awal masuk nya komunis di Aceh


Awal mula Aceh bersentuhan dengan gagasan gagasan Komunisme di mulai di Sabang pada awal tahun 1921. Sejumlah pemuda di Sabang yang kebanyakan bukan etnis Aceh mulai mengenal komunisme, yang kemudian pada tahun 1939 partai politik pertama di Aceh didirikan yaitu partai Parindra.(Partai Indonesia Raya)

Sebelum berdirinya Parindra, para pemuda-pemuda sabang itu sudah menjalin hubungan dengan seorang anggota polisi Belanda kelahiran Rusia. Kegiatan mareka tidak diketahui oleh Belanda. Kegiatan komunis juga masuk ke Sabang melalui awak kapal Rusia yang berlabuh di sana dan mengajarkan faham komunis secara rahasia di Sabang.

Kader-kader muda komunis yg berjumlah 40 orang pada tahun 1926 menyusun sebuah rencana untuk melakukan pemberontakan komunis di Sabang. Akan tetapi pemberontakan ini tidak pernah terwujud karena rencana mareka tercium oleh pemerintah Belanda.

Akibatnya.Belanda melancarkan operasi penangkapan terhadap pemuda Komunis. Banyak diantara mareka melarikan diri dan berhasil meloloskan diri ke Sumatra Barat. Dan kemudian mareka terlibat kembali dalam pemberontakan Komunis di Silungkang.

Rencana pemberontakan komunis di Sabang ini telah menyingkap peranan tokoh tokoh komunis Minang dalam penyebaran komunis di Aceh. Kemudian komunis asal Minang di usir dari Sabang. Belanda berhasil melumpuhkan gerakan komunis di Sabang, tetapi Belanda tidak berhasil mencegah penyebaran faham komunis didaratan Aceh

Salah satu tempat paling subur penyebaran komunis adalah di Ssamalanga dimana pada tahun 1927 meletus lagi pemberontakan kaum komunis yang di pimpin oleh Tgk Abdul Hamid Samalanga. Pemberontakan skala kecil kaum komunis ini dapat dipadamkan dengan mudah oleh Belanda. Karena pemberontakan ini tidak dipersiapkan dengan baik hanya melampiaskan emosi atas kegagalan pemberontak di Sabang.

Setelah pemberontakan komunis itu berhasil dipadamkan atas jaminan Ule Balang Jeunib Teuku Ahmad. Abdul Hamid diizinkan meninggalkan Aceh dan pergi ke Mekkah.

Beberapa tahun kemudian Tgk Abdul Hamid muncul sebagai ulama penganjur pembaharuan Agama dan anggota persatuan Ulama Aceh PUSA.

Foto Peta kematian." Angka yang dilingkari menunjukkan lokasi pemusnahan tahun 1965. (Dokumentasi pribadi Jess Melvin)

Disalin dari kiriman FB: Adi Fa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...