Langsung ke konten utama

Nama P4L35T1N4 dari Masa Yunani

 


Salah satu klaim yang tersebar luas mengenai nama P'alesti'ne adalah bahwa nama tersebut berasal dari bangsa Romawi. Namun, bukti dan sumber sejarah menunjukkan arah lain.

Nama Palaistina pertama kali diketahui terdapat dalam Histories of Herodotus, ditulis pada tahun 430 SM. Disebutkan Syria Palaistinê, atau Palaistinê, diterapkan pada apa yang dapat diidentifikasi sebagai wilayah yang terdiri dari wilayah antara Phoenicia dan Mesir selama Periode Helenistik (332-64 SM).
-----

من المغالطات المنتشرة حول اسم فلسط-ينهو أنه ظهر مع الرومان. لكن الأدلة والمصادر التاريخية تشير إلى اتجاه آخر. أول استخدام معروف لاسم فلسط-ين كان في تاريخ هيرودوت، الذي كتب سنة ٤٣٠ قبل الميلاد. ويذكر الكتاب سوريا بلايستيني، أو بلايستيني، على ما يمكن تحديده على أنه المنطقة التي تضم الاراضي الواقعة بين فينيقيا ومصر خلال الفترة الهلنستية (٣٣٢-٦٤ قبل الميلاد).

------
One of the widespread claims regarding the name of P'alesti'ne is that it originated with the Romans. However, historical evidence and sources points to another direction.

The first known occurrence of the name Palaistine is in the Histories of Herodotus, written in 430 BC. It mentions a Syria Palaistinê, or Palaistinê, applied to what may be identified as the area comprising the regions between Phoenicia and Egypt during the Hellenistic Period (332-64 BC).
----------------
----------------














Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...