Langsung ke konten utama

Don't Stop Talking About P4L35T1N4


 Istiqamah atau teguh pendirian atau konsisten atau terus menerus, merupakan suatu sifat dan sikap yang amat payah untuk diamalkan. Karena hati manusia itu lemah, ada masa penuh semangat dan ada pula masanya semangat itu akan menurun. Kurang lebih sama dengan futur.

Dalam ranah perjuangan dan pada kesempatan ini kita berbicara tentang Palestina, akan ada masanya seluruh semangat yang mengharu-biru dan bergelora ini akan mulai menurun terasa hingga kemudian melemah. Apalagi jika jalannya peristiwa ini berlangsung lama maka nafsu dan syetan akan meniupkan rasa bosan dan patah semangat dalam perjuang.

Perang yang terjadi di Palestina, pembantaian yang dilakukan oleh Zionis amatlah menggenaskan. Dan lebih menggenaskan ialah sikap umat Islam, ada yang terpecah semisal ada yang mendukung perjuangan dan yang membuat geram ada pula berpihak pada Zionis. Kemudian ketidak berdayaan dimana umat Islam hanya bisa protes, menyarakan pendapat, bahkan caci maki kepada Zionis dan Barat. Semestinya jutaan Muslim sudah berada di Palestina pada saat ini, membantu saudara mereka yang tengah dibantai.

Nabi S.A.W pernah berpesan; Umat Islam itu ibaratkan lebah, apabila satu diganggu maka yang lain akan datang membela.

Sayang pada masa sekarang tidak kita dapati, dan perjuangan diarahkan ke medan lain seperti; menyumbang memberi bantuan untuk dikirim ke Palestina, menyumbangkan buah pemikiran guna menangkis serangan para Zionis beserta pendukungnya, dan yang terakhir ialah aktif bersuara (posting) di internet (media sosial, website, dsb).

Jadi tuan-tuan, jangan berhenti dan teruslah berjuang dengan fikiran dan jari-jari tuan. Jangan menyerah kepada rasa bosan yang menyebabkan semangat dan ghirah itu menurun. Tetap konsisten dalam berjuang (memposting) berbagai hal terkait yang terjadi di Palestina. Jangan berhenti..

Selamat berjihad (berjuang) tuan..

=============

Foto: IG @sonyakhal.0202


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...