Langsung ke konten utama

Legenda SIULANG ALING.

 

FB Suparhan Hasibuan - Sebelah pantai selatan Tapanuli yang penuh sejarah berbau mistik. Berada di tengah muara yang menghadap ke Samudra Hindia. Dulu jaman era Parmalim menjadi pusat perguruan beladiri dan pidoras. Jaman Islam seorang sufistik, Syeh Burhanuddin mampu megimbanginya. Dua orang sakti berlahir disini saudara Si Singa Mangaraja (SSM) 3 dan Syekh Burhanuddin.
Kerajaan Tapanuli Raya yang dipimpin oleh SISINGA MANGA RAJA sampai 12 generasi. Cerita-ceritanya banyak dalam berbagai versi, serta sesuai daerahnya masing-masing. Tapi yang paling terkenal adalah SSM XII yang diangkat sebagai pahlawan nasional. Dan paling bayak diketahui cerita-ceritanya. Namun raja-raja di atasnya sangat minim ceritanya.
Dulu jaman SSM II memiliki dua anak laki MARTINADOON/ memiliki kemiripan fisik, saling berlomba dalam segala hal. Kita sebut saja sulung dan ragil. Hingga sulit membedakan siapa yang bakal mewarisi kepeminpinan. Namun dalam sifat, sisulung lebih ego. Hingga dalam penabalan SSM 3 Si Ragil yang terpilih, karna beliau yang mampu mencabut dan menenteng pisau Gaja Doppak.
Awal mula tidak terimanya, Si Sulung pergi berlatih ke pantai selatan (membawa kitab-kitab pusaka) untuk memperkuat ilmu Pidoras. Setelah merasa kuat, menantang adiknya untuk bertarung. Namun kalah sampai tujuh kali berulang. Makanya di sebut ulang aling ( bolak balik) keluar pertapaan.
Hingga untuk bisa berguru harus bisa menyeberangi muara itu tujuh kali bolak balik, muara yang didiami banyak buaya dan hutan yang dihuni harimau. Saat ketujuh kalinya Si Sulung mengeluarkan ilmu pamungkas yang dahsyat yaitu ilmu Pidoras Gayung. Pukulan berjarak hingga membentuk SINUR HABANG (bola api) sebesar kepala harimau, namun SSM 3 ternyata menguasai ilmu paling langka pula yaitu Gayung Marulak. Hingga mengendalikanya kearah batu besar hingga hancur berkeping.
Perumpamaan gudang ilmu sama Si Sulung tapi kuncinya sama SSM. Hingga Si Sulung sadar adiknya masih bermurah hati untuk tidak mengarahkannya padanya yang belum tentu mampu dia untuk menghindar. Sejak itu dia kembali ke siulang-ulang aling serta menyatu dengan alam. Diyakini para murid-muridnya masih hidup dan bisa di mintai Ilmu Pidoras. Dan wilayah itu menjadi tempat penuntutan ilmu-ilmu pidoras. Melahirkan banyak ksatria baik dan buruk. Tergantung orangnya. Termasuk OLO P di kabarkan pernah memperkuat ilmunya kesana..
Konon ilmu-ilmu yang dikuasai mereka adalah. TONDUNG/parlakaan ilmu melihat jarak jauh dan keberuntungan PITONGGANG/gendam Samun hidup. Pidoras GOGO kekuatan berlipat. Pidoras mardalan /melipat bumi perjalanan sebulan bisa sekejab. Seperti SSM hanya selangkah menyebrang Danau Toba. Pidoras tahan sagalo/ kebal. Halimunan ilmu menghilang, gadam/ racun yang bisa berjalan sendiri, ilmu si palungun2 /pengasihan dan banyak ilmu lain..
SSM adalah RAJA DIRAJA sekaligus peminpin ugama malim dan pemimpin para datu-datu. Yang super sakti. Dalam penabalannya di hadiri ROH2 sakti para leluhur. Karna dalam ritual marsimora2 /komunikasi dengan yang tak terlihat awam. Tapi yang berilmu tinggi dapat melihat dan merasakan kehadiran bahkan sering ada kesurupan.
SSM bisa hadir setiap saat di suatu tempat karna memiliki ilmu pidoras mardalan untuk mengatasi permasalahan dan menengahi perselisihan wilayah. Apabila SSM menancapkan tongkat ditengah2 yang mau berselisih tidak akan ada yang berani melewatinya.
Leluhur batak dulunya sangat akrab dengan Alam. Yang meyakini Alam ini dihumi mahluk lain yang disebut begu unsur jahat dan roh leluhur /unsur baik yang diyskini akan bisa melindungi keturunanmya selagi masih dalam alur yang benar..
DEBATA NABOLON adalah kekuatan tertinggi DANG TARPATUDOS TU GABE NA AHA. Tuhan yg maha esa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...