Langsung ke konten utama

Surat Sulthan Ternate kepada Raja Inggris

Sumber Gambar: https://www.facebook.com


Surat Sultan Said SyahSurat daripada sahabat Raja Maluku datang kepada Raja Ingglitera dan Sakatlanda dan Ferangsa dan Irlanda yang telah masyhur dari tanah Maluku. Adapun peri mengatakan hal tatkala Faransisko Darak datang pada ketika lagi ada hayat pada zaman marhum mengatakan hal sesuatu kepada Faransisko Darak dengan tanda sebentuk cincin akan menyampaikan kepada sahabat Raja Inggliterra. 


Sebermula yang diharap oleh Marhum kepada Faransisko Darak itu Allah jua yang tahu, dalam itu pun lamalah antara dua puluh tahun sesuatu pun khabar tiada datang, maka Marhum pun sudahlah pulang ke rahmatullah. Sebermula akan sekarang ini beta yang mempegang kerajaan, dalam kerajaan itu sebelas anak beta, itu pun tiada jua sesuatu khabar Inggliterra hendak berkasih-kasihan Ingglitera dengan orang Maluku. 

Sebermula akan sekarang ini Holanda pun datang, maka beta berkirim surat kepada Pirsip Holanda minta angkatan membuangkan Ferigi dari Maluku, maka sekarang ini datang angkatan Holanda membuangkan Ferigi dari Ambon dan dari Tidore. Sebermula sahabat beta Raja Inggliterra menyuruhkan Kapitan Endrik Milton datang membawa surat sahabat Raja Inggliterra telah sampailah kepada beta, dengan bunyi dalam surat itu pun permailah dalam hati beta, adapun akan Kapitan Indrik Milton hendak menurunkan faitur. Maka kata beta, jikalau demikian beta mengikut seperti kata Kapitan itu, niscaya kata Holanda tiadalah sungguh janji Raja Maluku kepada orang Holanda, maka sebab itulah beta tiada dapat berubah janji pada Pirsip Holanda. 

Insya Allah jikalau ada hayat beta lagi hidup kemudian lagi seruwan Raja Inggliterra datang kepada beta, mana kehendak sahabat Raja Inggliterra ikut oleh beta, akan sekarang ini minta maaflah dahulu sementara lagi ada Kapitan Mur orang Holanda minta. Jikalau kasih sahabat beta Raja Ingglitera jangan syak hati, Insya Allah kemudian bertemu jua. Sebermula akan tanda sahabat Raja Maluku kepada sahabat beta Raja Ingglitera sesuatu pun tiada melainkan sebahara cengkih, upama seperti ditemukan kata jua, jangan diaibkan.

Tulisan diagonal di pinggir sebelah kanan, yang agak tebal adalah :

Surat daripada sahabat Raja Maluku minta tolong angkat sepulu kapal kepada Raja Ingglitera mau merebut kepada Raja Tidore sebab menganiayai kita punya satu kota sebab itu juga [?]

_______________________________

Disalin dari postingan: Toma Lena
Tanggal: 09 Januari 2020

_________________________________ 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...