Langsung ke konten utama

Tipu Daya Loki



Sumber Gambar: https://wartakota.tribunnews.com
Kami telah melihat banyak kiriman di media sosial yang memberitahukan perihal betapa berbahayanya para pengkhianat. Bahwa pengkhianatlah yang telah menghantarkan negeri ini ke dalam cengkaraman penjajah, pengkhianat itu pulalah yang telah mempertahankan penjajahan oleh bangsa asing itu, serta para pengkhianat itu pula yang berjuang tatkala para penjajah hendak kembali ke negeri ini setelah terusir selama tiga tahun.

Gambar  di atas telah lama beredar di media sosial. Foto tentang seorang anak negeri nan ditangkap oleh tentara penjajah, badannya diikat sedangkan nan berdiri di hadapannya ialah sang pengkhianat yang tampaknya sedang menanyai orang malang itu. Sedangkan di latar belakang gambar, berdiri di teras ialah para penjajah yang gelak melihat dua orang pribumi berhasil mereka adu macam domba.

Saidina Ali pernah berwasiat:

"Belajarlah engkau dari pengalaman engkau dan pengalaman orang lain.."

Sumber: https://tengkuputeh.com
Terkenang dengan Aceh nan malang, betapa gigih dan kuat mereka berjihad namun berhasil dikalahkan. Bukan karena mereka lemah melainkan karena ada pengkhianat diantara mereka. Bukan sahaja para pengkhianat, melainkan racun (mata-mata)[1] yang disusupi ke dalam tubuh rakyat itu yang akhirnya menjangkiti otak mereka.

Demikian sebelumnya Paderi, para pengkhianat yang beberapa diantaranya semenjak semula menerima kehadiran penjajah demi kenyamanan diri mereka sendiri. Menyediakan tanah untuk dijadikan benteng atau tempat singgah atau tempat lalu para pasukan penjajah bahkan ada yang menyediakan tentara.

Serta ditambah dengan kalangan orang yang merasa dan mengaku sebagai 'ulama' yang menentang jihad Paderi. Orang ini diagung-agungkan dan bahkan kesaksiannya dijadikan sumber utama, terutama oleh para orientalis. Narasi yang dipakai oleh kaki tangan penjajah masa sekarang ialah "radikal" bagi yang menentang mereka dan berusaha meniru kegigihan perjuangan datuk-datuk mereka di masa lalu dalam mempertahankan negeri.
Kami yakin, tuan pernah mendapat gambar tentara Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL) yang merupakan TNI-nya Hindia Belanda. Kebanyakan anggotanya bukanlah orang Belanda melainkan orang jajahan, dan petinggnya ialah orang kulit putih. Dan itupun tak pula orang Belanda melainkan orang Eropa lainnya. Gambar di atas ialah buktinya, dengan bangga mereka berdiri di atas gelimpangan mayat anak negeri sembari menghunus senjata dan bahkan sambil menginjak mayat-mayat malang itu.

Kini zaman telah berubah, namun para pengkhianat masih tetap eksis. Zaman boleh berubah pola pengkhianatan tentu berubah pula. Tak ada pertempuran di medan perang, kecuali pada beberapa negeri. Nan ada ialah perang ghaib, perang pemikiran. Dan perang jenis inilah yang sangat berbahaya. Karena apabila perang lahir (fisik), hanya badan itu yang dimusnahkan namun semangat perjuangan akan tetap kekal diwariskan ke setiap generasi. Namun perang pemikiran? fikiran itulah yang diubah. Membuat yang semula menentang menjadi menerima. Salah dipandang benar, kejahatan dipandang kebaikan, dan keburukan dipandang sebagai suatu kebanggaan.

Pelakunya masih tetap sama, para petinggi mereka tetap tinggal di negeri mereka, melihat dari atas menara gading, atau bermain dibalik bayangan. Sedangkan yang maju kehadapan ialah anak negeri yang telah mereka didik, pengaruhi, dan mereka racuni otaknya dengan berbagai pemikiran. Sehingga pola lama kembali terulang, adu-domba, devide et impera.

Cara efektif menguasai suatu bangsa ialah dengan menguasai alam fikiran mereka, menulis ulang sejarah mereka, dan membuat mereka mengagung-agungkan bangsa penjajah sembari memandang rendah bangsa mereka sendiri, kebudayaan mereka, dan agama mereka.

Masih ingat dengan filem Avenger yang diluncurkan pada tahun 2012? Di filem itu Loki memiliki kekuatan melalui tongkat yang dimilikinya. Dimana setiap orang yang dadanya berhasil disentuh dengan ujung tongkat tersebut maka ia akan segera berubah menjadi budak Si Loki. Semua orang yang semula menentangnya berbalik memihak dan bekerja untuknya. Termasuk Dr. Erik Selvig yang menumpahkan seluruh pengetahuannya untuk membuat mesin yang dibutuhkan Loki untuk membuka portal bagi tentara Chitauri dan juga Hawkeye yang berarung mati-matian melawan Black Widow yang sudah dianggapnya sebagai adik sendiri.

Welcome to the new world, Loki ada dimana-mana dan terlebih lagi Chitauri yang dalam dunia nyata kita di negeri ini berklamufase menjadi garundang.



________________________________

Catatan Kaki:

[1] Abdul Ghafar nama yang dipakainya untuk bermuslihat, nama aslinya Christian Snouk Hurgronje.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...