Langsung ke konten utama

Minang melawan Syari'at

Sumber Gambar: https://www.facebook.com
LARANGAN KAWIN SESUKU 
ADAT MINANG MELAWAN HUKUM ISLAM
Oleh: Sutan Mangkuto





Ketika Seorang akedemisi berkata pada saya, dan banyak lagi mengatakan hal yang sama bahwa orang Minangkabau itu melawan Hukum Islam, dengan larangan Kawin Sesuku. Bukankah falsafah Orang Minangkabau itu ialah "Adat Basandi syarak, syarak Basandi KITABULLAH"?

Yang benar itu malah Orang Minangkabau menjalankan perintah Alquran (Allah), Firman Allah dalam Surat Alhujarat Ayat 13:

يَŲ§ Ų£َيُّهَŲ§ النَّŲ§Ų³ُ Ų„ِنَّŲ§ Ų®َŁ„َŁ‚ْنَاكُŁ…ْ Ł…ِنْ Ų°َكَŲ±ٍ وَŲ£ُنْŲ«َىٰ وَŲ¬َŲ¹َŁ„ْنَاكُŁ…ْ Ų“ُŲ¹ُوبًŲ§ وَŁ‚َŲØَŲ§Ų¦ِŁ„َ Ł„ِŲŖَŲ¹َŲ§Ų±َفُوا ۚ Ų„ِنَّ Ų£َكْŲ±َŁ…َكُŁ…ْ Ų¹ِنْŲÆَ اللَّهِ Ų£َŲŖْŁ‚َاكُŁ…ْ ۚ Ų„ِنَّ اللَّهَ Ų¹َŁ„ِŁŠŁ…ٌ Ų®َŲØِيرٌ

Referensi: https://tafsirweb.com/9783-surat-al-hujurat-ayat-13.html
يَŲ§ Ų£َيُّهَŲ§ النَّŲ§Ų³ُ Ų„ِنَّŲ§ Ų®َŁ„َŁ‚ْنَاكُŁ…ْ Ł…ِنْ Ų°َكَŲ±ٍ وَŲ£ُنْŲ«َىٰ وَŲ¬َŲ¹َŁ„ْنَاكُŁ…ْ Ų“ُŲ¹ُوبًŲ§ وَŁ‚َŲØَŲ§Ų¦ِŁ„َ Ł„ِŲŖَŲ¹َŲ§Ų±َفُوا ۚ Ų„ِنَّ Ų£َكْŲ±َŁ…َكُŁ…ْ Ų¹ِنْŲÆَ اللَّهِ Ų£َŲŖْŁ‚َاكُŁ…ْ ۚ Ų„ِنَّ اللَّهَ Ų¹َŁ„ِŁŠŁ…ٌ Ų®َŲØِيرٌ

Referensi: https://tafsirweb.com/9783-surat-al-hujurat-ayat-13.html
 ŁŠَŲ§ Ų£َيُّهَŲ§ النَّŲ§Ų³ُ Ų„ِنَّŲ§ Ų®َŁ„َŁ‚ْنَاكُŁ…ْ Ł…ِنْ Ų°َكَŲ±ٍ وَŲ£ُنْŲ«َىٰ وَŲ¬َŲ¹َŁ„ْنَاكُŁ…ْ Ų“ُŲ¹ُوبًŲ§ وَŁ‚َŲØَŲ§Ų¦ِŁ„َ Ł„ِŲŖَŲ¹َŲ§Ų±َفُوا ۚ Ų„ِنَّ Ų£َكْŲ±َŁ…َكُŁ…ْ Ų¹ِنْŲÆَ اللَّهِ Ų£َŲŖْŁ‚َاكُŁ…ْ ۚ Ų„ِنَّ اللَّهَ Ų¹َŁ„ِŁŠŁ…ٌ Ų®َŲØِيرٌ
يَŲ§ Ų£َيُّهَŲ§ النَّŲ§Ų³ُ Ų„ِنَّŲ§ Ų®َŁ„َŁ‚ْنَاكُŁ…ْ Ł…ِنْ Ų°َكَŲ±ٍ وَŲ£ُنْŲ«َىٰ وَŲ¬َŲ¹َŁ„ْنَاكُŁ…ْ Ų“ُŲ¹ُوبًŲ§ وَŁ‚َŲØَŲ§Ų¦ِŁ„َ Ł„ِŲŖَŲ¹َŲ§Ų±َفُوا ۚ Ų„ِنَّ Ų£َكْŲ±َŁ…َكُŁ…ْ Ų¹ِنْŲÆَ اللَّهِ Ų£َŲŖْŁ‚َاكُŁ…ْ ۚ Ų„ِنَّ اللَّهَ Ų¹َŁ„ِŁŠŁ…ٌ Ų®َŲØِيرٌ

Referensi: https://tafsirweb.com/9783-surat-al-hujurat-ayat-13.html

Artinya:
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Sekarang Kita telaah Kalimat:
1. Di ciptakan DARI SEORANG LAKI - LAKI DAN PEREMPUAN.
2. Saling KENAL MENGENAL

Dalam Surat Alhujarat:
Artinya, kalimat itu mengatakanlahir nya Manusia Dari sebuah perkawinan. Islam mengatur perbauran antara manusia, apalagi antara perempuan dan laki - Laki. Ada banyak Suku di Ranah Minang, dan itu belum termasuk Suku di luar Minangkabau. Chaniago, Piliang, Melayu, Koto, Tanjung, dan banyak lagi. Kemudian yang di luar Minang; Aceh, Jawa, Batak, Sunda, Bugis, Dayak dan masih banyak lagi.

Dengan larangan Kawin Sesuku, Orang Minangkabau menjadikan mereka bukan lagi sebatas kawan/ rekan dalam pekerjaan, bisnis, atau pergaulan hidup lainnya. Tetapi menjadi ikatan Tali Darah (Perkawinan), suatu kekerabatan yang kami sebut Sumando dimana mendapatkan kehormatan yang tinggi dalam kaum. Bahkan dalam bertutur, berkata berkomukasi kami menggunakan kata Melereng ( kata yang halus, menjaga perasaan lawan bicara).


Dengan larangan Kawin Sesuku, juga berdampak besar terhadap menanggulangi konflik horizontal antar etnis dan antar suku.[1] Bagaimana Orang Minang akan menyerang suku lain, padahal dii atas Rumah Gadangnya,(Rumah Gadang kaumnya) ada urang Sumando dari suku lain atau Etnis lain.

Anak Dari Suku lain, kamanakan bagi diri kami.[2] Bako[3] bagi mereka, Anak Pisang[4] bagi kami dan kerabat bagi kaum.

Bukan mendahukui Tuhan, namun apabila boleh kami berhipotesis; satu-satunya tempat yang tidak akan terjadi konflik horizontal antar Suku dan Etnis hanya di Minangkabau. MARI KITA JAGA KEKERABATAN, PERSAUDARAAN di manapun Kita berada. Karna Kita Terikat tiga hubungan:
  • Ukwah Islamiyah,
  • Ukkwah Wataniyah
  • Ukwah Insaniyah..
Hubungan sesama Muslim, hubungan Sebangsa dan Setanah Air, dan Hubungan Sesama Manusia,
ditambah hubungan kekerabatan, tali darah (perkawinan).


 " SUTAN MANGKUTO "

____________________________________
Catatan Kaki: (Oleh Sutan Mudo):

[1] Belum pernah terjadi di Minangkabau perang antar "suku". Yang ada ialah perang antar kampung ataupun nagari, dan itupun jarang terjadi. Kalaupun terjadi, hanya berlaku diantara anak remaja atau pemuda. Biasanya dipicu oleh permasalahan sepele. Dan apabila terjadi, para "tetua" (niniak mamak, alim ulama, & cadiak pandai) cepat turun tangan mengatasi dan menyelesaikan. Tidak pernah terjadi konflik yang berlarut-larut dalam kebudayaan Minangkabau. Salah satu yang menjadi pertimbangan sehingga konflik cepat selesai ialah karena terjadi diantara anak-kamanakan sendiri. walau berbeda kampung atau nagari namun saling memiliki kerabat.

[2] Frasa ini agak kurang cocok. Kebudayaan Minangkabau hanya mengenal 2 konsep dalam memandang seorang anak. Pertama, ia merupakan "anak" apabila ayah si anak sesuku dengan kita. Kedua, ia merupakan "kamanakan" apabila ia sesuku dengan kita. Kedua konsep tersebut terlepas dari memiliki hubungan darah (tali darah) atau tidak. Tidak peduli pula apakah sekampung, senagari atau tidak. Yang penting masih sesama orang Minangkabau. 

[3] Bako ialah keluarga ayah 

[4] Anak Pisang atau sebagian nagari di Minangkabau menggunakan istilah "Anak Pusako" bermakna anak dari saudara laki-laki. 

 
_________________________________
Diposting oleh: Sutan Mangkuto
Tanggal: 23 September

Dibagikan di: Grup Silaturahim Niniak Mamak
Tanggal: 23 September

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...