Langsung ke konten utama

"SEKILAS SEJARAH KERiNCI"

Gambar: Merawai


FB Rma Alam - Lepas dari perkembangan dan peristiwa sejarah di Kerinci Rendah (melayu) maka menurut para ahli di Kerinci Tinggi (Kab. Kerinci sekarang) terdapat tiga buah koto pemukiman manusia. Yaitu:

1.KOTO LIMAU MANIS DI KAKI GUNUNG KERINCI
2.KOTO JELATANG HIANG TINGGI
3.KOTO JANGKANG DI MUAK DANAU KERINCI

Pada saat itu Lembah Kerinci masih merupakan tanah berbencah-bencah, belum digarap menjadi tanah persawahan seperti sekarang. Lembah itu membentang dari kaki Gunung Kerinci sepanjang +_45 km dengan lebar +_5 km ke arah timur, merupakan hutan yang belum dihuni manusia.

Penyebaran penduduk kedaerah ini masa SRIWIJAYA, MAJAPAHIT & MINANG KABAU-PAGARUYUNG dari abad ke 7-16 M. Dimana mereka telah berassimilasi dengan penduduk asli dan membentuk suatu suku bangsa yang dinamai Kerinci yang adat - istiadatnya tidak serupa dengan JAMBI-MINANG KABAU ataupun JAWA .
TERDAPAT 6 TEMPAT PEMUKIMAN (LATIH NINIK MOYANG) yang tercatat dalam TAMBO KERINCI yaitu:
1.SUNGAI KUNYIT KOTO PANDAN(ranah Emir biru)
2.KOTO BINGIN TINGGI S.LIUK
3.TALANG BELINDUNG KOTO LIMAU SERING
4.TAMAN TUJUH KOTO JELATANG HIANG TINGGI
5.TALANG BANIO KOTO PAYUNG
6.JANGKAT SERAMPAS TINGGI

Sistim pemerintahan pada masa 6 Koto tersebut adalah kedaulatan atas hutan tanah masing-masing kepala suku. Jadi tidak terbentuk satu kesatuan kerajaan yang diperintah oleh seorang raja. Hukum adat memainkan peranan penting untuk mencegah timbulnya persengketaan menyangkut hutan tanah. Kepala-kepala suku bergelar SIGINDO ATAU SANGIND, KEMUNGKINAN "SANG BAGINDA" ini adalah pangilan rakyat kepada pemimpinnya yaitu SANG BAGINDA.

Pada masa Sigindo ini agama Islam sudah masuk ke Kerinci dibawa oleh SIAK LANGIN yang bermukim di KOTO PANDAN Sungai Penuh. Berdasarkan catatan TAMBO KERINCI bertulisan RENCONG SEBANYAK 7 BUAH DI DUSUN BARU, 4 BUAH TANDUK DI SUNGAI PENUH, KOTO BENTO DAN RAWANG. Menerangkan riwayat SIAK LANGIN beserta keturunannya di Alam Kerinci. SIAK LANGIN mempunyai banyak nama.
1.SYEKH SAMILULLOH.
2.MAKHUDUN SATI.
3.TUANKU SIAK BELINDUNG
4.MALIN SABIYATULLAH
ISTRI SIAK LANGIN IALAH PUTI DAYANG BARANAI DUNSANAK ( KAKAK PEREMPUAN ) PERPATIH SABATANG YANG IBUNYA PUTI LINDUNG BULAN..
PERPATIH SABATANG yang di sebut dalam TAMBO KERINCI ialah orang yang BERTIANG BALAI TERAS JELATANG DI PARIYANG PADANG PANJANG..BERTABUH PULUT-PULUT , BERGENDANG SILANGGURI , BERPASAK GADING TUNGGAL, TUMBAK BETETARAN SAGAR JANTAN , BERKERIS MALELA PANIKAM BATU , MEMPUNYAI GUNG BERTALI RANTAI.
Jika benar SIAK LANGIN adalah ipar dari PERPATIH SEBATANG, berarti ISLAM masuk ke Kerinci Tinggi pada abad 13 masehi. Dapat difahami bahwa jauh didaerah pedalaman saudagar-saudagar asing yang beragama Islam membuat sebuah kampung kecil bernama "MINANG KABAU" dekat Sungayang Batu Sangkar. Pada tahun 1191 benteng Islam dikampung Minang Kabau itu dimusnahkan oleh KERAJAAN DARMASRAYA JAMBI yang beragama BUDDHATANTRAYANA. Besar kemungkinan sisa-sisa penganut Islam itu menyingkir ke Kerinci yang merupakan daerah aman dan tersembunyi, jauh dari kegiatan dagang Darmasraya disekitar Sungai Dareh..
KETERANGAN MENGENAI SIAK LANGIN DIPERKUAT DENGAN TAMBO. TANDUK KERBAU BERTULISAN RENCONG ,YANG BUNYINYA:
1.HINI TUTUR TAMBANA NINIK PUYANG MANUSUK LURAH BUNGKAN PANDANHIYALAH NINIK SIYAK LANGIN DATANG DARI BUMI MINANGKABAU HIYALAH TURUN KA KUTA PANDAN HIYALAH MANGAMBIK NINIK KAMI BAGALAR JAYANG BARANI.......................................................
( TAMBO DI SIMPAN OLEH DATUK SINGARAPI PUTIH )
2.HINI TUTUR HURANG DATANG BUKIT PARIYANG PADANG PANJANG PUTI HUNDUK PINANG MASAK BADUWA PABISAN HITU KA,KUTA LIMA MANIS KEPADA DANA BANTA...........................................
( TAMBO DI SIMPAN OLEH DEPATI SUNGAILAGO KOTO BERINGIN RAWANG )
3.HINI TUTUR NINIK MANUNGGU BUNGKAN PANDAN SAHULU SAHILIR SAPA MANUNGGU NINIK LANGIN SAPA BINI DAYANG BARANAI DATANG DI GUNUNG KAMBANG NINIK SIYAK LANGIN DABA DI BANANGKABAY.....................
( TAMBO DI SIMPAN OLEH BUJANG PANIYANG KOTO BENTO )
4.HINI TANDUK KARABA PARANG DIPATI HATURGUMI DI PATI MARAMPAT PANINGKAR MALIN MANYURAT TUTUR NINIK HURANG KUTA BARINGIN DATANG PARIYANG PADANG PANJANG HURANG BATIGA BADIK SURANG BAGALAY PUTI HUNDUK PINANG MASAK SURANG BAGALAY PUTI DAYANG BARANAY SURANG BAGALAR PATIH SABATANG DIYANG PADA DUSUNG BANTA BARAYUN..................................................................
LALU KA DUSUNG KUNYIT PUTI DAYANG BARANAY KAWIN DINGAN TU WAN SIH SAMILULAH BERANAK HURANG SABILAN BADUWA JANTAN JAHASI JAHARI BATUJUH BATINA............ ........................................
( TAMBO DISIMPAN OLEH DEPATI SETIO MANDARO DAN DATUK CAYA DEPATI RAWANG )
TAMBO MENGUNGKAP SIAK LANGIN ORANG KERAMAT TERDAPAT DI DUSUN EMPIH YANG BUNYI NYA..
" BASAMILAH MUJUR DANGARTUTUR NINIK KAMI DI KUTA PANDIN HIYA HALAH BASANGGUN BUWIN BASANGGUN SIRAT MANITI MATA KERIS BAJALAN DI KULIT HAYIR BAJABAT DI MANAU KUNIN...
( LEBIH TERKURANG KAMI DATUK SINGARAPI GAGAP GELAR DAPATI NYATO NEGARO DUSUN BARU S.PENUH MINTAK MAAF KALAU ADA YANG KURANG WASSALAM )...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...