Langsung ke konten utama

Tapanuli tahun 1668


 Jumlah suku melayu di tapanuli bermarga pasaribu pada tahun 1668 ...........................................................

FB Tanah Alas - (Tahun 1668) Di bagian dalam, Baros berbatasan dengan sejumlah penduduk Batta, diperintah oleh seorang Rajah yang sesuai dan delapan Panghulus (Raja huta).
4. Beberapa mil di selatan Baros seseorang datang ke Daerah Sorkam, yang memiliki populasi sekitar 1000 jiwa dan diperintah oleh seorang Raja dan dua Dato yang berada di bawah otoritas Pemegang Pos | minyak Tappan. Perjalanan sehari ke pedalaman berbatasan dengan lanskap ini dengan banyak populasi Battasche dari suku (marga) Pasarieboe, dan memasok sekitar 4.000 pi (kols Benzoin, 5 pikol kamper, dan 20 kuda setahun) untuk diperdagangkan.
5. Lebih jauh ke selatan datang ke Daerah Kolang, memiliki populasi sekitar 200 jiwa Batttas, yang menunjukkan subordinasi Raja-raja Sorkam,
6. Di selatan Kolang seseorang datang ke Semawang atau Tappanolie, memiliki pemandangan di pantai ini dengan populasi sekitar 200 jiwa Melayu, yang dulunya diperintah oleh seorang 'Raja dan dua Panghulus, tetapi sekarang hanya memiliki satu Raja. .
Di teluk yang indah, di mana ratusan kapal dapat berlabuh dengan aman melawan semua angin, kami (Belanda) telah mendirikan di sini properti kami yang paling utara di pantai ini di sebuah pulau kecil bernama Pontjan.
Pulau ini memiliki panjang hampir 360 langkah, lebar 280, dan tinggi sekitar 25 kaki di atas permukaan laut. Di atasnya, selain pekerjaan kami, populasi Pribumi sekitar 300 jiwa, di bawah otoritas dua jiwa.
=====================
volking van Batta, die door een' eigenen Radja en acht Penghoeloe wordt geregeerd.
Baros is in 1668 bij de Ost Indische Kompanie in onderwerping gekomen. Zij had hare noordelijkste factorij aan deze kust alhier gevestigd, ter welker veiligheid een steenen fort was opgebowd, waarvan de overblijfselen nog te vinden zijn.
4. Eenige mijlen bezuiden Baros komt men aan het landschap Sorkam, hetwelk eene bevolking heeft van circa 1000 zielen en geregeerd wordt door een' Radja en twee Datoes die onder het gezag staan van den Posthouder van Tappanolie. Een dag reizens binnen 'slands grenst dit landschap aan de talrijk Battasche bevolking van den stam Pasarieboe, en levert voor den handel ongeveer 4000 pikols Benzoin, 5 pikols kamfer en 20 paarden 's jaars.

5. Verder Zuidwaarts kmt men aan het landschap Kolang, hebbende eene bevolking van circa 200 zielen Batas, die ondergeschiktheid betoonen aan de Hoofden van Sorkam.

terputus...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...