![]() |
| Gambar Ilustrasi: kompas regional |
=======================
Catatan kaki oleh Admin:
[1] Belanda menggunakan nama Minangkabau untuk mengidentifikasi orang Melayu yang menggunakan sistim Matrilineal dengan yang bukan. Dalam salah satu versi Tambo yang ditemukan, terdapat petikan kisah adu kerbau (terlepas dari benar atau tidaknya) antara kerbau orang Jawa melawan kerbau orang Melayu; Maka tatkala menang kerbau orang Melayu melawan kerbau orang Jawa maka dinamailah negeri ini dengan nama Manangkabau atau Minangkabau.
[2] Yang dimaksud dengan Pagauyung disini ialah Minangkabau seperti yang difahami sekarang. Nagari Pagaruyung ialah tempat kedudukan Raja Alam. Tanam Paksa Kopi dan kemudian Pajak (belasting) sebagai penggantinya dipaksakan kepada rakyat Melayu di Minangkabau. Begitu gemarnya orang Melayu di Minangkabau akan kopi, maka karena seluruh biji kopi dipaksa untuk dijual ke gudang kopi Belanda mereka menciptakan 'Kawa Daun'. Yakni minuman kopi dari daunnya. Almarhum Prof. Mestika Zed membuat sebuah tesis berkaitan dengan ini dan memberinya judul 'Melayu Kopi Daun'.
==============
Baca Juga:


Tidak ada komentar:
Posting Komentar