Langsung ke konten utama

Marga di Sumatera Selatan

 

Gambar: Berita Musi

FB Alif Teguh Fairuzan - Marga marga Orang Melayu[1] di Sumatera Selatan
a. Daerah Ogan Ulu:
1) Adji 2) Marga B. Langit L. Kulon 3) Marga Lubai Suku II 4) Marga Lubuk Batang 5) Marga Ngabihi IV 6) Marga Proatin IV Suku I 7) Rambang K. Tengah
😎
Samikrian 9) Semidang 10) Sosoh Buah Rajap 11) Temenggung
b. Daerah Komering Ulu
1) Belitang 2) Buai P. Pangsaraja 3) Buai Pem. Peliung 4) Buai Pemaca 5) Bungamayang 6) Kiti 7) Lengkayap
😎
Madang Suku 1 9) Madang Suku 2 10) Pakusengkunyit 11) Semendawai Suku 1 12) Semendawai Suku 2 13) Semendawai Suku 3
c. Daerah Muara Dua
1) Aji 2) Buai Rawan 3) Buai Runjung 4) Buai Sandang 5) Kisam Ilir 6) Kisam T. Suku 2 7) Kisam T. Suku I
😎
Kisam Ulu 9) Mekaku Ilir 10) Mekaku Ulu 11) Miji 12) Ranau
d. Daerah Komering Ilir
1) Bengkulah 2) Danau 3) Jajawi 4) Kayu Agung 5) Keman 6) Mesuji 7) Pampangan
😎
Pangkalanlampam 9) Pegagan Ulu Suku 2 10) Pegagang Ulu Suku 1 11) Rambutan 12) Sirah P. Padang 13) Teloko 14) Tulung Selapan
e. Daerah Ogan Ilir
1) Burai 2) Gelumbang 3) Kartamulia 4) Lembak Atay 5) Lubai Suku 1 6) Lubuk Keliat 7) Marga Meranjat
😎
Muara Kuang 9) Parit 10) Pegagagn Ilir Suku I 11) Pegagan I Suku 2 12) Pemulutan 13) Rambang IV Suku 14) Rantau Alai 15) Sakatiga 16) Tanjung Batu 17) Tembangan Kelekar
f. Daerah Musi Ilir (Sekayu)
1) Adab 2) Babat 3) Bintang Hari Leko 4) Dawas 5) Epil 6) Kubu Bayat 7) Kubu Lalan
😎
Kubu T. Ulu 9) Lawangwetan 10) Menteri Melayu 11) Penukal 12) Pinggap 13) Punjung 14) Rimba Asam 15) Sangadesa 16) Sungai Keruh 17) Supat 18) Teluk Kijing
g. Daerah palembang dan Banyuasin
1) Gasing 2) Kumbang 3) Muara Telang 4) Pangkalan Balai 5) Penuguan 6) Rantau Bayur 7) Suaktapeh
😎
Sungai Aren 9) Sungai Rengas 10) Sungsang 11) Talang Betutu 12) Tanjung Laga 13) Tungkal Ilir 14) Upang
h. Daerah Lematang Ilir – Muara Enim
1) Benakat 2) IV Petulai Curup 3) IV Petulai D.B. 4) IV Petulai Dangku 5) Lawang Kidul 6) Lengi 7) Padang T. Selawi
😎
Panang S. Puluh 9) Panang Ulu Puluh 10) Rambang-Niru 11) Semendo Darat 12) Sungai Rotan 13) Temb. P.P. Bubung 14) Temb. Penanggiran 15) Temb. Ujan Mas 16) Tembelang K. Raja
i. Daerah Lematang Hulu – Lahat
1) Bungamas 2) Empat L. Manggul 3) Endikat 4) Gumai Ulu 5) Gumai-Lembak 6) Lawang Kulon 7) Merapi
😎
Pagar gunung 9) Penj. S.E.k dan S.o 10) Penj. Suk. Lings. 11) Penjalang S. Pangi 12) Penjel S.E. Ilir 13) S.dal. S. Lingsing 14) Temb.Gd. Agung 15) Ulak-Pandan
j. Daerah Pagaralam
1) Mulak Ulu 2) Pandj. S. T. Kur 3) Sumbai B.S. Jati 4) S.O.L.S.P. Bulan 5) Sumbal B.A. Doa 6) Sum. M.S.M. Siban 7) Sem. S.P. Kenidai
😎
Sum. L.B. Buntak 9) S.M.S. Penantian 10) S.T.S.M. Pajang
k. Daerah Tebing Tinggi
1) Kedj. M. Lintang 2) Kedj. M.M. Ilir 3) Kedj. M.M. Ulu 4) Lintang K.S. babatan 5) Lintang K.S. Sadan 6) Lintang K.S.M. Danau 7) Lintang K.S.M. Pinang
😎
Pasemah A. Keruh 9) Semidang 10) Sikap Dal. M. Ulu 11) Sikap-Pelabuhan 12) Tedajin 13) Tiang PS. Ulu 14) Wulung
l. Daerah Lubuk Linggau
1) Batu K. Lakitan 2) Bul. T. Semangus 3) Bul. T.S. Tengah 4) Bul. T.S. Ulu 5) Muara Rupit 6) Proatin Sebelas 7) Proatin-Lima
😎
Rupit Dalam 9) Rupit Ilir 10) Rupit Tengah 11) Sikap Dalam Musi 12) Sindang Kel. Ilir 13) Suka P. Ilir 14) Suka P. Tengah 15) Suka Pindah Ulu 16) Suku T.L. Ulu 17) T.P. Kepungut 18) Ulu Rawas
m. Daerah Tanjung Karang
1) Balau 2) Buku Jadi 3) Dantaran 4) Ketibung 5) Legun 6) Marga Punduh 7) Marga Ratasy
😎
Marga Sabu menanga 9) Marga Teluk Betung 10) Pedada 11) Pesisir 12) Ratu 13) Waylima 14) Waysemah
n. Daerah Kotabumi
1) Buai Baradatu 2) Buai Barasakti 3) Buai Behuga 4) Buai Junjai 5) Buai P. Bangsa Raja 6) Buai P.P. Ilir 7) Buai P.P. Udik
😎
Buai Pem. Pangeran 9) Bunga Majang 10) Rebang Seputih 11) Rebang-Kasui 12) Selagai Kunang 13) Semenguk
o. Daerah Sukadana
1) Anaktuha 2) Beliuk 3) Buay Nuban 4) Marga Tiga 5) Melintang 6) Nyerupa 7) Pubian
😎
Sekampung Ilir 9) Sekampung Ulu 10) Subing 11) Subing Labuhan 12) Sukadana 13) Unyi 14) Wayseputih
p. Daerah kotaagung
1) Benawang 2) Bumi belunguh 3) Gunung Alip 4) Kelumbayan 5) Limau 6) Ngarip 7) Pematang Sawah
😎
Pertiwi 9) Pugung 10) Putih 11) Rebang Pugung
q. Daerah Menggala
1) Adji 2) Buai Bulan Ilir 3) Buai Bulan Ulu 4) Mesji Lampung 5) Suai Umpu 6) Tegamoun

=======================

Catatan Kaki oleh Admin:

[1] Kami baru mendengar perihal 'marga' dari orang Melayu dari Sumatera Selatan ini. Tiada pernah terdengar selama ini orang menyebutnya atau memakainya. Alangkah baiknya jika ada tulisan khusus yang membahas soal ini. Apakah yang dimaksud dengan 'marga' ialah suatu jenis unit pemerintahan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...