Langsung ke konten utama

Rumah Sakit di Andalusia dahulunya

 

Sumber foto DISINI

Foto ini adalah foto patung ahli bedah muslim dimasa keemasan Islam di Andalusia yaitu Shekh Qurtubi Muhammad bin Aslam Al-Ghafiqi di sebuah plaza katedral Salazar kota Cordoba (Qurtubah)
Al Ghafiqi adalah ahli bedah, apoteker dan ahli penyakit mata, Al Ghafiqi adalah dokter pertama dimuka bumi yang melakukan operasi katarak di mata manusia.
Dalam kurun 10 tahun ini, bangsa Spanyol berusaha menghidupkan kebanggaan sejarah mereka yang berakar dari kejayaan masa Islam. Maka mereka membuat dan merestorasi banyak patung patung tokoh ilmuan Islam
Ada cerita menarik dari patung ahli bedah muslim yang juga ulama ini, seorang sejarawan Prancis Van Brussel merilis sebuah surat lama seorang pasien Perancis yang sempat dirawat dirumah sakit yang didirikan oleh ahli bedah Al Ghafiqi :
Ini adalah surat seorang pemuda Prancis yang dirawat di rumah sakit Qurtubah (Cordoba) selama pemerintahan Islam khilafah Umayyah di Andalusia, yang dikirimkan kepada ayahnya di Paris sekitar seribu tahun yang lalu. Saya terjemahkan apa adanya :
Dan ini isi pesannya:
"Ayahku....."
"...Ayah menyebutkan dalam surat bahwa ayah akan mengirimi saya sejumlah uang untuk digunakan untuk pengobatan saya, tetapi saya tidak membutuhkan uang itu sama sekali; Karena pengobatan di RS Islam ini gratis, bahkan RS membayar 5 dinar untuk setiap pasien yang sudah sembuh, dan baju baru saat keluar dari RS agar pasien yang baru sembuh tidak dibebani oleh urusan mata pencaharian selama periode pemulihan..."
" Ayahku..."
"....Jika ayah datang mengunjungi saya, Ayah akan menemukan saya di departemen bedah dan perawatan sendi, dan di sebelah kamar saya ayah akan melihat perpustakaan dan salon membaca dan ruang kuliah, di mana dokter bertemu setiap hari untuk mendengarkan kuliah para profesor...."
"Sedangkan untuk bagian penyakit kewanitaan terletak di sisi kedua halaman rumah sakit, dan laki-laki tidak diperbolehkan masuk. Di sisi kanan halaman ayah akan menemukan salon besar yang didedikasikan untuk pasien yang telah sembuh; Di mana mereka pulih, salon berisi perpustakaan pribadi dan alat musik...."
"..Ayahku...."
"...Setiap titik dan setiap tempat di rumah sakit ini sangat bersih, kasur dan bantal tempat tidur ditutupi dengan kain damaskus putih, dan selimutnya terbuat dari beludru yang lembut dan menyenangkan.
"...Semua kamar rumah sakit dilengkapi dengan air bersih yang mencapai kamar kamar itu melalui pipa khusus, dan di setiap kamar air itu dipanaskan selama musim dingin .."
"Sedangkan untuk makanannya terdiri dari daging ayam dan sayuran, sehingga beberapa pasien tidak mau keluar rumah untuk mencari makanan yang enak...."

Referensi : Kitab التفوق العلمي في الإسلام (Supremasi keilmuan Peradaban Islam) oleh oleh Amir (Pangeran Qurtubah) Jaafar Al-Arsahdy)

Copas dari Fb Livia Salsabila
====
مـن أوتـي ثـلاثـاً فقد أوتي الدنيا بحذافيرها: الأمـــــن والقـوت والصحة
Siapa yg diberikan tiga hal berikut, sungguh ia telah diberikan dunia seisinya, yaitu: rasa aman; bahan makanan; dan kesehatan. (Abu Hatim rahimahullah) https://t.co/z0R5AZZ8JG

Disalin dari kiriman FB Studi Islam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...