Langsung ke konten utama

MENJAWAB DUSTA DAN FITNAH WAHABI TERHADAP ADAT MELAYU (MALAYSIA)

 

Pict: Konsultasi Syari'ah


FB Khairul Nafiah | Jawaban atas tuduhan dan fitnah Adat Melayu Yang di anggap Bertentangan dengan syariat oleh Wahabi

1. *Mendengar berita kematian:*
Wahabi berdusta mengatakan Adat Melayu hanya membaca Alfatihah saja.
*Jawab* : Yang di baca adalah tahniah Innalillahi wa inna ilaihi dan Alfatihah

Rasulullah ﷺ bersabda:
"Jika salah seorang diantara kalian meninggal dunia maka jangan tahan jenazahnya, segera bawa dia ke kuburnya dan bacakanlah surat Al-Fatihah didekat kepalanya dan surat Al-Baqarah didekat kakinya di kuburnya.'(HR. Thabrani dan Baihaqi)

2. *Tanam jenazah*
– Jirus air dengan jug yang diikat kain putih
– Tabur bunga
– Tabur batu

*Jawab* :
– Jirus air
Dalam kitab Al-Um karya Imam Syafii dan Sunanul Kubra karya Imam Baihaqi disebutkan:
أن النبي رش على قبر إبراهيم ابنه
"Sesungguhnya Nabi ﷺ memercikkan air ke kubur putra beliau yang bernama Ibrahim."

Tabur bunga adalah anjuran dari hadits tentang pelepah kurma diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Tabur batu/tanah yang di genggam
Dalam hadits di kitab-kitab sunan disebutkan:
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم حضر جنازة ، فلما دفن الميت أخذ قبضة من التراب فألقاها في القبر ثم قال ( منها خلقناكم ) ثم أخذ أخرى وقال : ( وفيها نعيدكم ) . ثم أخذ أخرى وقال : ( ومنها نخرجكم تارة أخرى ) .
Rasulullah ﷺ menghadiri jenazah. Ketika jenazah di tanam, beliau mengambil segenggam tanah, kemudian melemparkannya ke dalam kubur.

3. *Kubur jenazah*
Wahabi berdusta dan mengatakan:
– Kubur dijadikan masjid tempat beribadah dan meminta

*Jawab* : Tidak ada satu pun kuburan yang di jadikan masjid yang ada adalah masjid yang ada kuburanya. Ibnu Syabbah meriwayatkan dalam Tarikh al-Madinah:
عَنْ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ النَّاسُ يَدْخُلُوْنَ حُجَرَ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلُّوْنَ فِيْهَا يَوْمَ الْجُمْعَةِ بَعْدَ وَفَاةِ النَّبِيِّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ الْمَسْجِدُ يَضِيْقُ بِأَهْلِهِ.

“Imam Malik berkata: “Orang-orang memasuki kamar-kamar istri-istri Nabi ﷺ , mengerjakan shalat di dalamnya, setelah wafatnya Nabi ﷺ , dan Masjid sesak dengan orang yang menghadirinya.”

4. *Kenduri arwah*
Wahabi mengatakan :
Keluarga si mati buat upacara ritual kenduri bagi arwah dengan bacaan tertentu, doa tertentu, surah Yasin sambil dihadiri tekong tahlilan arwah bagi mengisi perut tetamu dengan juadah makanan walau keadaan susah dan terpaksa. Bersedekah tidak salah dengan meluruskan niat.
Dilakukan selama 7 hari, 40 hari dan 100 hari atas kepercayaan agar mayat tidak diseksa dan tidak disoal di dalam kubur. Ritual seperti ini adalah milik agama *HINDU*

*Jawab* : Rasullullah ﷺ menganjurkan membaca surah Yasin untuk mayyit
"اقرءوها على موتاكم" يعني يس
Bacakanlah surat tersebut terhadap orang-orang yang mati di antara kalian." Yaitu surat yasin" (HR. Abu Daud, Ahmad, Nasa'i dan Ibnu Majah ).
Hadis ini Sahih menurut Imam ibnu Hibban dan imam Al-Hakim. Jawaban mengenai 7 hari, 40 hari dan sedekah makanan
ﺍﻟﺤﺎﻭﻱ ﻟﻠﻔﺘﺎﻭﻱ ﻟﻠﺴﻴﻮﻃﻲ - ‏( ﺝ 3 / ﺹ 266 )
ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﺰﻫﺪ ﻟﻪ ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻫﺎﺷﻢ ﺑﻦ ﺍﻟﻘﺎﺳﻢ ﻗﺎﻝ ﺛﻨﺎ ﺍﻻﺷﺠﻌﻲ ﻋﻦ ﺳﻔﻴﺎﻥ ﻗﺎﻝ ﻗﺎﻝ ﻃﺎﻭﻭﺱ ﺇﻥ ﺍﻟﻤﻮﺗﻰ ﻳﻔﺘﻨﻮﻥ ﻓﻲ ﻗﺒﻮﺭﻫﻢ ﺳﺒﻌﺎ ﻓﻜﺎﻧﻮﺍ ﻳﺴﺘﺤﺒﻮﻥ ﺃﻥ ﻳﻄﻌﻤﻮﺍ ﻋﻨﻬﻢ ﺗﻠﻚ ﺍﻷﻳﺎﻡ

“Thawus berkata “ Sungguh orang-orang yang telah meninggal dunia difitnah dalam kuburan mereka selama tujuh hari, maka mereka (para sahabat nabi) gemar (bersedekah) menghidangkan makanan sebagai ganti dari mereka yang telah meninggal dunia pada hari-hari tersebut “.
Fitnah dan dusta yang nyata jika di katakan ritual seperti ini adalah cara hindu sebab di dalam ritual tahlilan ada ucapan kalimat tauhid. Sejak kapan agama hindu membaca kalimat tauhid ??
Banyak adat melayu yang masih ada sampai saat ini adalah adat yang di himpun dari as-sunnah dengan dalil-dalil dan hadits, hanya saja Wahabi menolaknya sebab dalil-dalil dan hadits-nya dianggap tidak sahih oleh tokoh-tokoh Wahabi.

5. Talqin
Ianya adalah perintah Nabi saw melalui hadith yang diriwayatkan oleh Sayyidina Abu Umamah. Hadith At-Tabrani dan Ibnu Hajar Al-Asqalani (Lihat gambar)
MAKA BERHATI-HATILAH APABILA MENYEBARKAN SESUATU PERKARA YANG TIDAK KITA KETAHUINYA APATAH LAGI IANYA BERKAITAN AJARAN YANG DIWARISI DARI PARA ULAMA-ULAMA. MENTOHMAH MEREKA SEBAGAI PENYEBAR AJARAN YANG TIDAK BENAR ADALAH SATU FITNAH DAN DOSA BESAR.

Jawapan 1-4 kredit untuk penulis
Abu Muhammad Al-Maduri
Jawapan Talqin kredit untuk penulis مرشدي
Sayyidi Syeikh عزيز الوحي ابن عبدالغني Azizul Wahyu Abd Ghani , Mursyid Zawiyah Syeikh Aziz .

=====


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...