Langsung ke konten utama

Surat Terbuka untuk uda ADE ARMANDO

Foto Ilustrasi: CNN Indonesia


 Disalin dari kiriman FB Armen Cotto

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Teruntuk : Uda ADE

Salam sejahtera
Sebelumnya kami minta maaf kalau kami baru berkirim surat ke Uda, karena menurut kami hari ini situasi sudah mulai kondusif.
Sudah 4 hari pasca Uda Kanai tumbuk beramai-ramai, belum ada tanda tanda serawa Uda bersua, kami dari kampung selalu menyimak situasi terkini. Maaf Uda Edo, kami tidak bisa mencalik Uda dirumah sakit. Kini pitih sarik Bana, apa lagi sawah kita satu satunya itu sudah tergadai sewaktu Uda merantau. Tidak ada lagi harta pusaka yang tersisa.

Tapi sungguh pun seperti itu kami dari kampung selalu memantau keadaan Uda. Apalagi Ketika video Uda [kena tumbuk] beredar di sosmed. Uda menjadi bulan bulanan oleh massa, yakni kena Guguah, Kena Simbat, Kena Lapir, kena Tumbuk, kena simpang, dianju, serta berlambin Pula dijalan, itu karena bibir cilalat Uda juga yang salah, asa berkeleperan saja.
Untung saja tidak geger otak, hanya lebam dan bergelandangan saja membuat kami miris dan bersedih.
Tapi kami senang Uda kini sudah mulai berangsur, banyak dukungan mengalir ke Uda salah satunya pengurus Partai Pedati, membuat kami lega jadinya. Bahkan Ada media memberitakan kalau Uda tidak takut dengan kejadian itu, bahkan Akan Menjadi Lebih Gila Lagi, tapi saran kami Uda Ndak usah gila lah...bertambah juga penghuni Gadut nantinya.
Kemaren kami sudah ber iya iya di rumah gadang, terkait serawa Uda yang hilang. Kami yakin serawa Uda tidak bakal ketemu. Karena Harun Masiku saja yang gedang dari celana Uda Ndak ketemu juga hingga sekarang, apalagi celana Uda yang tidak bermerek tu.
Setelah kami mufakatkan, ada serawa warisan peninggalan angku kami (datuak garang) yang rencana akan kami paketkan ke rumah Uda di Jawa. Mungkin pas dek Uda sebab ukuran badan Uda mirip Sama badan angku. Nama serawa tu endong ( sarawa endong ) ukuran XXL mudah mudahan Uda senang memakainya.
Mungkin sekian dulu surat dari kami, cuma sebagai saran dan mengingatkan kalau Uda hendak demo lagi dilain waktu ajak ajak kolega Uda yang lain, jadi Uda tidak sendirian kena lapir../Ndak dapek aka lai.

By . Ambo dikampuang


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...