Langsung ke konten utama

Minang Iya, Sumbar Bukan

Ilustrasi Gambar: Kata Sumbar

Disalin dari kiriman FB: Oktafadri M

Kiriman Asli di Bawah: Translesi Melayu:

Tadi malam berbincang-bincang dengan kawan, disaat itu pula awak sempat bertanya perihal kampung asal orang tua perempuannya "Lubuak Jambi"[1] katanya.

"Pribumi disana kawan rupanya?"

"Iya.." jawabnya

"Apa suku kawan?"

"Chaniago.." jawabnya

"Minangkabau kawan rupanya?"

"Tentulah iya, asli Minang awak ini, kawan. Tapi awak bukan orang Sumatera Barat (Sumbar). Awak orang Riau.." katanya "Karena kampung awak masuk Propinsi Riau.."[2]

Berkisahlah ia perihal asal niniak orang disana (Lubuak Jambi) "Kenapa kok ada sama nama daerah Pangean[3] (demikian tulisannya kalau tidak salah), sama dengan nama daerah di Lintau.[4] Dan sileknyapun, asalnya dari Lintau.."[5]

"Aia Molek[6] masih Minangkabau" katanya "Awak besar di Pakan Baru.."

"Itu Kampar masih Minangkabau..?"

"Iyalah, sama dengan kami.." jawabnya

"Lalu kenapa orang disana (Kampar) tak hendak mengaku Minangkabau? Kata mereka, orang Minangkabau itu asalnya dari Kampar.."

"Salah itu kawan, Minangkabau bagian timur ini asalnya dari [wilayah] Sumbar.." jawabnya.

Demikian sahaja sedikit cerita yang kami bagikan bagi untuk dunsanak di grup ini.

Catatan kaki:

[1] Terletak di Kabupaten Kuantan Singingi, Propinsi Riau. Klik DISINI

[2] Minangkabau bukanlah Sumbar, selengkapnya baca DISINI

[3] Nama salah satu daerah di Kabupaten Kuantan Singingi, selengkapnya DISINI terdapat nama serupa di Nagari Lintau Luhak Tanah Data yakni Pangian.

[4] Lintau adalah nama salah satu daerah di Luhak Nan Tuo, Tanah Data. Klik DISINI

[5] Terkenal dengan nama Silek Pangean.

[6] Terletak di Kabupaten Indragiri, Propinsi Riau

Kiriman Asli:

Tadi malam maota ota jo kawan, itu pulo awak sempat batanyo kampuang urang gaek padusi nyo, Lubuak jambi keceknyo, pribumi sinan kawan....iyo keceknyo, apo suku kawan, chaniago keceknyo, minangkabau kawan tu? Iyolah asli minang mah kawan, tapi awak ndak sumbar do, awak urang riau keceknyo, karano kampuang ambo masuak propinsi riau.

bacarito caritolah inyo, sampai asa niniak urang disinan, baa koq ado nan samo namo daerah pangean (klo ndak salah tulisannyo) samo jo namo daerah di lintau, tu silek nyo bagai asa nyo dr lintau. Aie molek tu masih minangkabau tu keceknyo. Ambo gadang di pakanbaru keceknyo, tu kampar tu minangkabau juo tu, iyolah samo jo kami keceknyo, tapi baa urang sinan ndak mangaku minangkabau? Tu urang minang asalnyo dari kampar kecek urang tu, salah tu mah kawan, minangkabau bagian timur ko asanyo dari sumbar mah keceknyo. Itu sajo saketek carito nan ambo share utk dunsanak di grup ko.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...