Langsung ke konten utama

Tarikh/2. Tarikh Minangkabau/1. Literatur Minangkabau

 Silahkan klik pada judul tulisan untuk menuju ke artikel dimaksud.

  1. Asal Usul Nenek Moyang Minangkabau - Unand
  2. Perang Badar Minangkabau oleh Yulfian Azrial
  3. Alang Alang (Layang Layang)
  4. Kampar; Antara Melayu & Minangkabau
    Tulisan ini disalin dari situs www. wacana.co dipublish pada tanggal 20 April 2017 dan ditulis oleh Yuppan. Situs tersebut pada saat sekarang sudah tidak dapat diakses.
  5. Minang Tak Hanya Aliran Darah
  6. Minang Melawan Syari'at
  7. Raja-raja Minang di Nusantara - Afandri Adya
  8. Mengapa Raja Minangkabau yang Melantik depati Rencong Talang: Ctt Aulia Tasman
  9. Marga Nasution
  10. Mengenal Sulthan Alam Bagagar Shah
  11. Hari Rayo Anam
  12. Nagari Piobang dalam Barih Balabeh
  13. Raja Baginda al Minangkabawy
  14. Datuk Mahkota Sulthan Pagaruyung
  15. Kerajaan Melayu Muda Dharmasraya
  16. Sultan Nan Salapan 1636 - Alfa Noranda
  17. Tambo Sutan Nan Salapan - Poco Poco
  18. Sumpah Sakti Bukit Marapalam & Tambo Sutan Nan Salapan - Saiful Guci
  19. Sistem Pemerintahan Minangkabau Kuno - Bundo Kanduang
  20. Negeri Naning - HAMKA
  21. Pituah Surau


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...