Langsung ke konten utama

Orang-orangan Sawah pun Masih Tergerak


 

Orang-orangan Sawah pun Masih Tergerak

 

Berkulit, berdaging, berurat dan berdarah
Tapi tak berperasaan.
Otot kawat berurat besi, konon dalam cerita.
Berhati singa bermental baja, tamsilan kepahlawanan.
Entah apa yang patut dilekatkan kepada tuan.


Angin dingin tak membuatmu menggigil.
Hembusan panas tak menjadikanmu berkeringat.
Tuan memang kebal bahkan kebas !
Kebal rasa, kebas karsa.

Teriakan penderitaan tak membuatmu tersentuh
Percikan darah kezhaliman tak membuatmu terenyuh
Pemandangan pengungsian, pengusiran bahkan pembunuhan, bagimu bagaikan tontonan.

Tuan tetap menari, berjoged, berpesta dan berpose dengan senyuman kepolosan berbalut kedunguan.
Entah tuan diperalat atau memperalat ?!
Entah bodoh atau membodohi ?!

Taburan bintang di sekitar tuan, berpacu memperlihatkan taring bersimbah darah.
Lipatan Sarung yang mendampingi tuan, malah melilit terhalang langkah.

Dua wajah tak bersahabat dan tak seharakat.
Wajah bengis dan paras sayu menjadi tameng sikap tak bermartabat.

Tuan bagaikan nyamuk penghisap darah.
Tiupanmu membuai, belalaimu menusuk, suaramu membelai, darah korbanmu terhisap namun tak meninggalkan luka membekas.

Tuan memang istimewa.
Bagaikan tercipta dari bahan yang berbeda.
Tak bisa tergoncang oleh badai derita.
Bahkan sekalipun negeri ini luluh binasa,
Tetap tak akan membuat tuan berduka.

Tuan tak tergoyang oleh pekikan anak yang dibantai tanpa dosa.
Padahal orang-orangan sawah bisa bergetar karena tiupan angin basah yang menerpa.

______________________________

Disalin dari: Facebook Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa
Tanggal: 07 Oktober 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...