Sutan Paduko Basa, (lazim dituliskan St. Paduko Basa) setelah dewasa bergelar Datuk Katumanggungan, ialah putra Tongga Babeleng, anak dari Datuk Maharajo Dirajo dengan Puti Indo Julito. Merupakan cucu dari Sultan Iskandar Zulqarnain.
Beliau pulalah yang mendirikan Adat Koto Piliang, akan tetapi, dalam Tambo, beliau dijadikan kambing hitam, lantaran dipandang keras dalam pikiran dan dalam sikap, yang konon berpangkal dari darah raja yang mengalir dalam tubuhnya.
Demikianlah nasib beliau: terbuang dari ingatan sejarah, dipandang dengan penuh curiga oleh Tambo, dan hidup dalam kesunyian di tengah-tengah saudara seibunya dengannya. Seorang anak yang besar namanya, tetapi sunyi di antara kaumnya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar