Langsung ke konten utama

Makam Dua Pencetus Nama Indonesia

 


Disalin dari kiriman FB Ikrar

DUA PENCETUS (PEMBUAT) NAMA 'INDONESIA' Ini adalah makam dari JAMES RICHARDSON LOGAN dan gurunya, GEORGE SAMUEL WINDSOR EARL yang berada di kompleks pemakaman tua Protestan (old Protestant Cemetery) di jalan Northam (Northam Road) George Town, Pulau Penang, Malaysia .
George Samuel Windsor Earl, seorang etnolog ( peneliti budaya sejarah manusia dan suku bangsa ) lahir 10 Februari 1832 di Hampstead, Middlesex, Inggris adalah juga seorang pelaut / navigator Inggris yang pada tahun 1850 menulis buku "On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations" Di dalam artikel itu beliau mengatakan bahwa telah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia ( Indian Archipelago ) atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khasnya, karena nama Hindia tidaklah sesuai dan sering bercampur dengan penyebutan India.

Beliau mengusulkan dua pilihan nama yaitu INDUNESIA ( kepulauan Hindia ) dan MALAYUNESIA ( kepulauan Melayu ). Tetapi beliau akhirnya lebih memilih nama MALAYUNESIA sebab dianggap sangat tepat bagi ras Melayu dan bahasa yang umum digunakan yaitu bahasa Melayu. Beliau meninggal dunia dalam perjalanan laut menuju Inggris pada 9 Agustus 1865.

James Richardson Logan, adalah lawyer / pengacara yang lahir di Berwickshire, Skotlandia 10 April 1819 Beliau adalah anak didik dari George Samuel Windsor Earl. Dalam sebuah jurnal yang bernama
Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia ( JIAEA ) Volume IV , halaman 252-347 beliau menulis artikel berjudul "The Ethnology of the Indian Archipelago" yang mana beliau berpendapat perlunya sebuah nama untuk mengganti penyebutan yang terlalu panjang untuk kepulauan Hindia ( Indian Archipelago ) . Beliau mengusulkan satu nama yaitu merubah huruf 'u' dari kata "Indunesia" menjadi apa yang kita kenal sebagai INDONESIA .

Beliau wafat pada 20 Oktober 1869. Sebuah monumen marmer bernama LOGAN MEMORIAL dibuat untuk mengenang jasanya sebagai advokat hukum yang membela kaum non Eropa di Penang, monumen ini kemudian diletakkan di depan Pengadilan Tinggi Penang, dan nama beliau juga diabadikan menjadi nama jalan di Penang, Malaysia yaitu Jalan Logan ( Logan Road ) .


Terkait artikel "The Indian Archipelago and Eastern Asia, silahkan Klik DISINI

Tambahan dari @Engel Yong di kolom komentar GFB Masa Hindia Belanda

Aku pribadi lebih suka nama Indonesia dari kosakata orang Minahasa. Karena konotasinya perjuangan yg artinya AMBIL REBUT KEMBALI DIA.
Jauh sebelum James Richardson Logan dan George Samuel Windsor Earl. Orang Minahasa sudah lebih dulu memakai nama Indonesia sebagai kata sandi perjuangan rakyat Minahasa terhadap penjajahan sejak kedatangan orang Spanyol & Belanda.
Nama Indonesia/Endonisia memiliki arti ambil rebut kembali dia [Indoni atau Endoni artinya AMBIL REBUT KEMBALI, sedangkan Sia artinya DIA].
Lalu nama Indonesia dipopulerkan di Belanda oleh mahasiswa-mahasiswa dari Minahasa termasuk Bapak Sam Ratulangi tahun 1917. Dan pada tahun 1918 Sam Ratulangi membangun perusahan asuransi di Bandung dgn nama Algemene Levensverzekering Maatschappij Indonesia.


Baca Juga:

  1. Asal Muasal Nama Indonesia
  2. Kenapa Bernama Indonesia


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...