Langsung ke konten utama

Tomy Winata Bos Mega Proyek Rempang Eco City

 

Pict: Jihd.co.id

Biodata Tomy Winata

Nama: Tomy Winata (Oe Suat Hong)
Tempat, tanggal lahir: Pontianak, 23 Juli 1958
Umur: 65 tahun
Agama: Budha
Profesi: Pengusaha, Bos Artha Graha Group (PT Artha Graha Network)

 Mengerti.id - Polemik Mega Proyek Rempang Eco City BP Batam bersama PT Makmur Elok Graha milik Tomy Winata semakin memanas. Penolakan muncul dari sejumlah masyarakat adat yang tidak mau direlokasi akibat proyek Rempang Eco City besutan PT Makmur Elok Graha, salah satu anak perusahaan Artha Graha Group Tomy Winata.

Perusahaan Tomy Winata tersebut menandatangani perjanjian kerjasama dengan pemerintah melalui BP Batam sebagai pengembang mega proyek Rempang Eco City sejak 2004. Bahkan proyek tersebut kini dikategorikan sebagai Proyek Strategis Nasional 2023 sesuai dengan Permenko Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2023.

Proyek ini dibangun dengan tujuan meningkatkan daya saing perekonomian daerah perbatasan yang dekat negara Singapura dan Malaysia. Rempang Eco City dibangun meliputi kawasan perindustrian, perdagangan, dan pariwisata terintegrasi.Akibatnya, 7.572 hektare lahan dari 16.500 hektare luas keseluruhan Pulau Rempang harus dikosongkan, sedangkan di sana terdapat beberapa pemukiman penduduk kampung adat.

Situasi yang masih memanas, membuat banyak orang penasaran dengan siapa pemilik PT Makmur Elok Graha pengembang Rempang Eco City.Dari situlah muncul nama Tomy Winata, Bos Artha Graha Group yang menjadi induk perusahaan dari PT Makmur Elok Graha.Berikut profil dan biodata Tomy Winata yang dirangkum Mengerti.id dari beberapa sumber terkait.

Profil Tomy Winata

Pemilik PT Makmur Elok Graha adalah Tomy Winata Bos besar Group Artha Graha yang sering disebut dengan inisial TW. Ia adalah seorang pengusaha besar di Indonesia berdarah Cina yang bergerak di bidang perbankan, infrastruktur, dan properti.

Pria yang lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 23 Juli 1958, ini mulai dikenal kiprah pengusahanya sejak tahun 1988. Kala itu Tomy Winata mengambil alih Bank Propelat yang kini dikenal dengan Bank Artha Graha.

Bahkan Bank Indonesia pernah menggandeng Tomy Winata untuk memulihkan kondisi Bank Arta Pusara yang hampir bangkrut pada masa krisis moneter 1998.Di sektor properti dan infrastruktur, Hotel Borobudur Jakarta merupakan milik Tomy Winata di bawah naungan PT PT Jakarta Internasional Hotels and Development.

Ambisi besar pengusaha satu ini terbilang luar biasa dengan menggagas kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta menjadi 'Manhattan of Indonesia'. Kawasan Business District pertama di Indonesia seluas 45 hektare tersebut juga diklaim menjadi milik Tomy Winata.

Proyek besar dalam rencana pembangunan The Signature Tower setinggi 638 meter dengan 111 lantai akan menasbihkan gedung tertinggi ke 5 di dunia. Group Artha Graha juga tercatat sebagai pemegang Pra Study Kelayakan mega proyek Jembatan Selat Sunda yang akan menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera.

Tomy Winata juga sebagai pendiri Yayasan Artha Graha Peduli 'Artha Graha Peduli Foundation' yang memperhatikan masalah sosial, kemanusiaan, dan lingkungan. Tak terhitung sudah berapa kekayaan yang dimiliki Tomy Winata. PT Makmur Elok Graha pengembang Rempang Eco City hanya salah satu anak perusahaannya saja.


Itulah profil dan biodata Tomy Winata pemilik PT Makmus Elok Graha yang menjadi pengembang mega proyek Rempang Eco City.

====================

Baca Juga: 

  1. Lancang Kuning Menggugat
  2. Sejarah Kepahlawanan Sulthan mahmud Riayat Syah; yang Dipertuan Besar Kerajaan Riau-Lingga-Johor-Pahang
  3. Rempang; Pulau Penuh Sejarah Berabad Lamanya
  4. Pulau Galang dari Masa ke Masa
  5. Tomy Winata; Bos Mega Proyek Rempang Eco City  
  6. Sejarah Pulau Rempang yang Sudah Ada Sejak Era Penjajahan, Kontroversi Pembangunan Eco CIty
  7. Mahfud Akui Status Tanah Rampang Banyak Keliru

 Lihat Juga:



 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...