Langsung ke konten utama

Memperingati Maulid Nabi S.A.W 1945/2023

 

Catatan St. Nagari - Muhammad Rasulullah Muhammad S.A.W merupakan sosok pribadi yang sangat kuat mempengaruhi setiap umat Islam. Kecintaan kepada beliau melebihi segala apapun dalam kehidupan seorang muslim. Menjadi suri tauladan dalam kehidupan. Rasulullah ialah Al Qur’an berjalan, demikian kami pernah mendengar pengajian semasa mengaji di surau dahulu.

Kelahiran beliau merupakan berkah bagi sekalian alam, karena sebab beliaulah seluruh alam raya ini diciptakan, menurut pengajian beberapa tarekat sufi, Nur Muhammad lebih dahulu diciptakan, karena beliaulah Nabi Adam, bapak seluruh manusia diciptakan. Beliaulah kekasih Allah Ta’ala, karena itu beliau mendapat tugas yang paling berat dari sekalian nabi dan rasul yang telah diutus sebelum beliau.

Kalau nabi dan rasul sebelumnya hanya diutus kepada umatnya (bangsa) sendiri, maka Nabi Muhammad memiliki tugas yang lebih berat, menjadi utusan kepada seluruh umat manusia untuk menyampaikan risalah kenabian, menyembah Tuhan Yang Esa, membenarkan kitab terdahulu dan menyampaikan bahwa telah terjadi penyelewengan atas kitab dan syari’at (hukum) oleh umat sepeninggal nabi mereka.

Sudah semenjak lama, sosok beliau menjadi sosok yang dibenci sekaligus dihormati. Menjadi sasaran kebencian, fitnah, dusta, dan entah berapa lagi banyak yang dilakukan oleh orang-orang kafir dan munafik kepada beliau. Tujuannya hanya satu, untuk menjauhkan umat Islam dari agama dan syari’at yang dibawanya. Toleransi kata mereka, dahulu mereka mengemukakan HAM.

Dihormati karena kemampuan beliau menyatukan dan membawa Bangsa Arab keluar dari zaman kebodohan, dari manusia gurun menjadi penguasa dunia, penghulu dalam peradaban dan ilmu pengetahuan. Namun hingga kini sebagian dari orang kafir yang merasa beradab itu masih enggan mengakui dan sebagian lagi malu-malu mengakui.

Kelahiran beliau ada tonggak penting dalam sejarah dan peradaban manusia, kisah perjalanan hidup beliaupun tak muda semenjak masih dalam kandungan. Manusia besar itu telah ditempa sedari masih dalam perut bunda beliau, seperti yang disampaikan oleh Raihan dalam syair lagunya yang berjudul “Nabi Anak Yatim”;

Muhammad Muhammad Muhammad Mustafa
Ibunya Bernama Aminah
Ayahnya Bernama Abdullah
Dilahirkan Di Makkah Mukarramah
Ibu Susunya Halimatus Sa’adiah

Ayahnya Meninggal Dunia
Tika Nabi Di Dalam Kandungan
Alangkah Sedih Pilunya
Ibunya Menjaga Baginda
Muhammad Mustafa

Semasa Di Dalam Perjalanan
Pulang Dari Maqam Suaminya
Aminah Jatuh Sakit Di Abwa’
Kembali Ke Alam Baqa’

Tinggallah Nabi Seorang Diri
Hilanglah Insan Yang Dikasihi
Tinggallah Nabi Seorang Diri
Mengajarnya Hidup Berdikari

Anak Yatim Anak Yang Mulia
Dilindungi Allah Setiap Masa

Terpadam Api Di Biara Majusi
Runtuhlah Istana Kisra Parsi
Mekah Diterangi Cahya Putih
Tanda Lahir Nabi Anak Yatim

Anak Yatim Anak Yang Mulia
Dilindungi Allah Setiap Masa

Hidupnya Yatim, Yatim Piatu
Tiada Ayah Tiada Ibu
Hidupnya Yatim, Yatim Piatu
Namun Dialah Manusia Agung

Disalin dari blog: Catatan Sutan Nagari: ordinarymanjournal.wordpress.com


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...