Langsung ke konten utama

Mungkinkah Sebuah Konspirasi?


*Tuan-puan sadarkah, kalau seolah-olah kita semuanya sedang diadu-domba?

PENTING UNTUK DIBACA! MUNGKINKAH KITA SEDANG DIADU DOMBA?

Akhir-akhir ini kondisi di Provinsi Sumatera Barat [Sumbar] seolah tak terkendali. Banyak kasus-kasus terkait pimpinan negeri ini muncul ke publik. Hampir merata yang kena. Kepala Daerah [Gubernur, Bupati/Walikota], Dewan Perwakialn Rakyat Daerah [DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota], dan lain-lain. Ini tak biasa..

Kasus-kasus itu seolah disusun terstruktur, lalu disebar, dikutip media massa, disebar akun-akun media sosial, termasuk Darep [Makdusnya; admin Reporter Minang]. Ya, Darep hanya penerus informasi, bukan pembuat berita. Hampir semua konten berita yang Darep bagikan [share] itu, merupakan berita dari media massa, bukan hasil penyuntingan sendiri, karena memang Darep tak punya kewenangan seperti media massa, jurnalis atau wartawan. Acap Darep talongsong menerbitkan [mempublis] berita [konten] karena dianggap 'Wah'. Kenyataannya malah jadi alat propaganda oleh pihak tertentu. Maafkan Darep atas segala kealpaan..

Darep curiga, jangan-jangan ada kelompok yang tak hendak [ogah] Sumbar baik-baik saja untuk kepentingan politiknya ke depan. Lalu disusun skenario mengadu domba para pimpinan, agar bermusuhan. Kalau sudah bermusuhan, kinerja terganggu. Efeknya, Sumbar tidak maju-maju karena pemimpinnya sibuk bergelut, dan mengemasi kasus demi kasus. Padahal, sebagai pimpinan, baik Kepala Daerah [Gubernur, Bupati/Walikota], Dewan Perwakialn Rakyat Daerah [DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota], dan lain-lain, ingin berbuat, berbakti dan membangun. Tapi karena selalu disuapi kasus-kasus, jadi salah arah dalam menjalankan niat baiknya.

Tidak hanya pimpinan yang bermusuhan, kita semua, pengikut pimpinan masing-masing juga begitu. Baku hantam dan perang komentar. Masyarakat terpecah, kita goyah secara persatuan. 

Ini buruk untuk Sumbar, untuk kita semua! 
Kita sibuk memerangi saudara-saudara kita yang tidak segagasan. 
Energi terkuras untuk hal yang tak penting! 
Kapan Sumbar majunya kalau begini...?

Mumpung masih suasana Hari Kemerdekaan, sudah bisakah kita bebaskan hati dan pikiran kita dari propaganda? 
Sudah bisakah kita kembali memanggil kawan, saudara yang tidak segagasan dengan pangggilan DUNSANAK?

SKUY!!!
.

MOHON TAGS KAWAN-KAWAN SANAK, UNTUAK KITO DISKUSIKAN SACARO BASAMO! 


Disalin dari IG Reporter Minang












Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...