Langsung ke konten utama

Pembantaian Keluarga Raja-raja Melayu - 1946

Sumber Gambar: https://id.wikipedia.org
Inilah yang kaum pendatang mahukan
Penghapusan total kesultanan Melayu.

Apa yang berlaku kepada kerajaan kerajaan kesultanan Melayu di Sumatra tidak mustahil akan berulang kembali di Semenanjung Tanah Melayu. Sekarang ini kaum pendatang semakin kerap mencabar dan menghina Sultan Sultan Melayu dengan izin pemerintahan PH[1] sekarang ini.
Kena ingat antara yg terlibat menghapuskan kesultanan Melayu di Sumatera ialah Partai Komunis Indonesia, Nasional Pelopor Indonesia 'Napindo', Pemuda Sosialis Indonesia 'Pesindo', Ku Tui Sin Tai (Barisan Harimau Liar)[2]


Masa tu, Komunis menggunakan propaganda menuduh kononnya keluarga diraja hidup boros dan bermewah-mewa.Sultan, kerabat, pembesar dibunuh, penggal kepala, sembelih, bakar hidup-hidup
Sultan Kauluh, di Tg Pasir telah dicincang lumat kerana dikatakan kebal sebab dua kali cubaan bunuh tapi masih tak mati.

Kesultanan Langkat, royal family yg paling kaya, macam kesultanan Johor lah, siap ada tentera sendiri mcm JMF. Puteri-puteri Raja langkat dirogol [diperkosa] didepan bapa mereka sendiri dan kemudian akhirnya dibunuh.

Kemudian, pembunuhan kejam itu dinamakan revolusi sosial dicover up dengan menyatakan mereka adalah Pejuang Nasionalis Kemerdekaan Indonesia. Akibat dari pada propaganda Sultan Melayu 'malas', 'boros'. Selama dua generasi kaum Melayu di Indonesia terhina, tertindas, terus malu utk mengaku Melayu, atau untuk memakai baju Teluk Belanga, malah membuang gelaran 'Tengku' dan 'Wan' daripada nama mereka.

Ada yg terus berhijrah ke Kedah dan Perak. Padahal mereka dulu mempunyai kerajaan yg mewah, aman makmur, terkenal malah ada yg mempunyai kapal perdagangan yang besar, kapal wap [uap], punyai ladang-ladang dan lombong.
________________________

Disalin dari postingan di Halaman Facebook Malay Archipelago
Tanggal: 20 Januari 2019 

_______________________

Kalimat dalam tanda [] dari Agam van Minangkabau
Catatan Kaki: oleh Agam van Minangkabau

[1] Pakatan Harapan (PH) merupakan koalisi politik terbesar di Malaysia yang dipimpin oleh Mahatir Muhammad dan Wan Azizah Wan Ismail (Isteri Anwar Ibrahim). Untuk lebih jelas silahkan klik disini.

[2] Napindo merupakan laskar perjuangan dari Partai Nasionalis Indonesia (PNI). Pesindo lebih lanjut klik disini. Cerita lebih lengkap untuk pembantaian keluarga Kerajaan Melayu silahkan kunjungi Maret Berdarah di Sumatera Timur atau Tragedi Sumatera Timur 1946 atau Apa Salah Melayu

[3] 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...