Langsung ke konten utama

Tarikh Bukit Tinggi

Silahkan klik pada judul untuk menuju ke artikel:

  1. Taman Sabai Nan Aluih
  2. Ngarai Sianok
  3. Kebun Bungan (Kebun Binatang Kinantan)
  4. Taman Panorama
  5. Tambo Nagari Kurai
  6. Tarikh SMA N 1 Bukit Tinggi
  7. Pasa Batingkek
  8. Pasar Derma 1921
  9. Stasiun Kereta Api Bukit Tinggi
  10. Bung Hatta & Sang Bunda
    Tulisan ini disalin dari blog Engku Suryadi Sunuri. Silahkan scroll ke bagian akhir tulisan dan klik pada nam blog untuk menuju ke postingan asli.
  11. Bung Hatta menuju Konfrensi Meja Bundar
    Tulisan ini disalin dari blog Engku Suryadi Sunuri. Silahkan scroll ke bagian akhir tulisan dan klik pada nam blog untuk menuju ke postingan asli.
  12. Bung Hatta & Pekan Buku 1954
    Tulisan ini disalin dari blog Engku Suryadi Sunuri. Silahkan scroll ke bagian akhir tulisan dan klik pada nam blog untuk menuju ke postingan asli.
  13. Bung Hatta Mundur Dari Perhimpunan Indonesia (PI)
    Tulisan ini disalin dari blog Engku Suryadi Sunuri. Silahkan scroll ke bagian akhir tulisan dan klik pada nam blog untuk menuju ke postingan asli.
  14. Bung Hatta Kembali dari Menunaikan Ibadah haji (1954)
    Tulisan ini disalin dari blog Engku Suryadi Sunuri. Silahkan scroll ke bagian akhir tulisan dan klik pada nam blog untuk menuju ke postingan asli.
  15. Dewan Kota Fort de Kock (1938)
    Tulisan ini disalin dari blog Engku Suryadi Sunuri. Silahkan scroll ke bagian akhir tulisan dan klik pada nam blog untuk menuju ke postingan asli.
  16. Rumah Adat Nan Baanjuang
  17. Jalan Minangkabau
  18. Direktur Sekolah Raja (1873 - 1877)
    Tulisan ini disalin dari blog Engku Suryadi Sunuri. Silahkan scroll ke bagian akhir tulisan dan klik pada nam blog untuk menuju ke postingan asli.
  19. Murid & Guru Kweek School (1888)
    Tulisan ini disalin dari blog Engku Suryadi Sunuri. Silahkan scroll ke bagian akhir tulisan dan klik pada nam blog untuk menuju ke postingan asli.
  20. Sawah di Tengah Bandar
  21. Rice Field in Bukit Tinggi (1895)
  22. Hotel Jogja (1970-80an)
  23. Before Janjang Goedang (1895)
  24. Three Boys
  25. Jalan Goedang 
  26. Bukit Tinggi & Gunung Marapi
  27. Pasa Banto (Sebelum 1941)
  28. Parkir Pedati
  29. Athmosphere at Pasa Banto 
  30. Lukisan Tentang Bukit Tinggi
  31.  Bukit Tinggi tahun 1993
  32. Bank Nasional
  33. View of Bukittinggi from Benteng
  34. China Town Gate (Bukit Tinggi)
  35. Clock Tower in The Day
  36. Kampuang Cino 1
  37. Kampuang Cino 2
  38. Boekenwinkel (Toko Buku)
  39. Bendi di Kampuang Cino
  40. Oto Bus NPM
  41. Map of Bukit Tinggi
  42. Market Athmosphere in Bukit Tinggi
  43. DPRD Crossroad II
  44. Murid & Guru Sekolah Raja 1888
  45. Jam Gadang & Pasa Batingkek
  46. Pasar di Bukittinggi
  47. Rumah Resident Padang Darat di Bukit Tinggi - Agam Tua
  48.  



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...