Langsung ke konten utama

Monumen Tentara Pelajar

Foto: http://karupuakkuah.blogspot.co.id
MONUMEN TENTARA PELAJAR

Terletak dikompleks SMU Negeri 2 Bukittinggi dibangun untuk mengenang Perjuangan Tentara Pelajar yang telah gugur dalam Agresi Belanda ke II. Setelah Indonesia merdeka maka Belanda (NICA) berusaha datang lagi ke Indonesia dengan cara membonceng dengan tentara sekutu. Belanda berusaha menjajah kembali di Indonesia.

Masing-masing daerah di Sumatera Barat ini melakukan perlawanan kepada Belanda ada 17 orang tokoh pejuang yang gugur saat itu, nama-nama tersebut tertulis diatas batu pualam.Monumen ini diresmikan tanggal 17 Agustus 1985.


Kenangan bagi Tentara Pelajar yang telah gugur

No
NAMA
WAFAT
TEMPAT BERJUANG
1.
TAZRAN
30 DESENBER 1948
KAMANG
2.
IKRAM
30 DESENBER 1948
KAMANG
3.
RAZALI
30 DESENBER 1948
KAMANG
4.
NAZAROEDDIN
30 DESENBER 1948
KAMANG
5.
DJAMARIS
06 JANUARI 1949
PARIAMAN
6.
DARNI
06 JANUARI 1949
PARIAMAN
7.
DARMAN
06 JANUARI 1949
PARIAMAN
8.
MUHAMMAD ALI
06 JANUARI 1949
PARIAMAN
9.
AWALOEDDIN
09 MEI 1949
PANINJAUAN
10.
DASBI SALEH
12 JUNI 1949
KAPAS PANJI
11.
SAHID DJAMARIS
12 JUNI 1949
KAPAS PANJI
12.
HAFIZ ALI
12 JUNI 1949
KAPAS PANJI
13.
SOFYAN
12 JUNI 1949
KAPAS PANJI
14.
SJAHRIAL LEMAN
18 JULI 1949
SUNGAI PUAR
15.
AMIR.Z
20 JULI 1949
GALO GANDANG
16.
SABARIN NUH
20 JULI 1949
MUARA LABUAH
17.
RUSLI
18 AGUSTUS 1949
PADANG UTARA


TERUSKAN PERJUANGAN KAMI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...