Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

Tolak Label ‘Batak’: Mandailing Bangkit Lawan Stigma di Zaman Belanda.

  "Seruan dari Batavia untuk Menjaga Nama, Martabat, dan Identitas Mandailing" Sebuah laporan pers kolonial dalam Overzicht van de Inlandsche en Maleisisch-Chineesche pers (1922, No. 24, 11 Juni 1922) merekam munculnya perlawanan terbuka dari kalangan Mandailing di Batavia terhadap upaya pelabelan etnis yang berkembang saat itu. Melalui sebuah surat edaran resmi yang ditandatangani sejumlah tokoh Mandailing, disuarakan penolakan tegas terhadap penyebutan “Batak”, sekaligus ajakan untuk membangun solidaritas dan mempertahankan identitas Mandailing sebagai entitas yang berdiri sendiri. Berikut isi laporan tersebut: *** Telah dimuat sebuah surat edaran dari suatu “Komite Mandailing” yang didirikan di Batavia. Atas nama komite tersebut, surat itu ditandatangani oleh para pedagang Mohd. Ali, S.M. Tajib, dan Abdoel Djabbar, pegawai pada “Kantor Pensiun” Imran Lubies, serta pegawai B.O.W. M. Noerdin. Dalam surat edaran tersebut, dengan memperhatikan dan mendengar adanya gerakan yang...
  Bahasa Jawi FB Shirao Nizame  | Apa kata sarjana tentang BAHASA JAWI? ​بهاس جاوي ​YM Tan Sri Profesor Syed Naquib al-Attas (Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu) ​"Bilamana bahasa Melayu dimaksudkan dalam tulisan-tulisan itu maka terdapat di situ istilah 'Bahasa Jawi'. Kita tahu bahawa istilah Jawi itu adalah nama gelaran orang Arab terhadap seluruh bangsa-bangsa penduduk daerah Kepulauan ini, akan tetapi bagaimanapun sangatlah berkesimpulan bagi pengkajian kita mengenai masalah sejarah bahasa Melayu bahawa orang Melayu sendiri menamakan bahasanya bahasa Jawi, meskipun istilah Jawi itu sebenarnya digunakan oleh mereka khusus bagi menamakan tulisan Arab-Melayu—seolah-olah orang Melayu kala itu menamakan bahasanya berdasarkan tulisannya." ​Za'ba (Bahasa Melayu: Kelebihannya dan Kekurangannya) ​"Baik untuk bahasa cakap dan bahasa surat, bangsa Melayu mempunyai cara tersendiri untuk menamakan bahasanya sendiri. Mithalnya untuk bahasa cakap, jika seseorang ...

Belajar dari Kegigihan Propaganda Israel

  FB Anshari Taslim | Bagaimana tidak, lihatlah akun-akun seperti Avichay, Edy Cohen, Kapten Ela sang betina murtad. Mereka dengan penuh percaya diri tetap posting propaganda, meski 99 % isi komentar di akun mereka adalah mencaci maki mereka. Tapi mereka tidak peduli, mereka anggap semua angin lalu dan terus saja mempropagandakan kepentingan mereka. Lihat pula bagaimana pemerintah Israel saat ini playing victim bahkan melaporkan Iran ke PBB karena telah menyerang perkampungan sipil. Sudah ribuan warga sipil Israel tewas dan ratusan ribu mengungsi, keadaan Israel saat ini benar-benar parah, mereka tak pernah menyangka itu terjadi pada mereka sejak kemenangan mereka di Youm Kippur mereka sudah yakin tak ada lagi ancaman bagi mereka di Kawasan Arab. Pemerintah dengan percaya diri memperopgandakan mereka terzalimi, padahal mereka tahu dan sadar betul mereka telah melakukan hal yang sama di Gazza. Itulah kegigihan para pembela kebatilan dalam membela kebatilannya. Para pengaku Sunni p...

Keadaan Psikologi Orang Minang Pasca PRRI

Taufik Abdullah: Pasca PRRI, Orang Minang Seperti Kehilangan Sesuatu pada Dirinya IG Rundiang.ID | Narasi pengantar dari Sejarawan Taufik Abdullah di buku Audrey Kahin cukup mengobati rasa penasaran untuk memotret memori kelam Sumatra Barat pasca-pergolakan PRRI, sebuah periode di mana represi negara mengubah wajah ”Alam Minangkabau”. Kepulangan Taufik Abdullah pada 1961 menyingkap suasana yang mencekam; ada ketakutan yang terpancar dari bahasa tubuh warga akibat penertiban (policing) yang ketat oleh aparat pusat. Fenomena ini tentu saja menciptakan hegemoni Jakarta yang memaksa masyarakat lokal melakukan asimilasi paksa terhadap narasi politik nasional demi bertahan hidup, bahkan dalam banyak catatan perubahan nama orang-orang Minang yang cenderung merujuk pada nama-nama Minang banyak berubah karena ketakutan, tentu saja ini luka kolektif yang mengakar. ---------- Dalam buku Audrey Kahin yang berjudul, "Dari Pemberontakan Ke Integrasi Sumatra Barat dan Politik Indonesia 1926-199...