"Seruan dari Batavia untuk Menjaga Nama, Martabat, dan Identitas Mandailing" Sebuah laporan pers kolonial dalam Overzicht van de Inlandsche en Maleisisch-Chineesche pers (1922, No. 24, 11 Juni 1922) merekam munculnya perlawanan terbuka dari kalangan Mandailing di Batavia terhadap upaya pelabelan etnis yang berkembang saat itu. Melalui sebuah surat edaran resmi yang ditandatangani sejumlah tokoh Mandailing, disuarakan penolakan tegas terhadap penyebutan “Batak”, sekaligus ajakan untuk membangun solidaritas dan mempertahankan identitas Mandailing sebagai entitas yang berdiri sendiri. Berikut isi laporan tersebut: *** Telah dimuat sebuah surat edaran dari suatu “Komite Mandailing” yang didirikan di Batavia. Atas nama komite tersebut, surat itu ditandatangani oleh para pedagang Mohd. Ali, S.M. Tajib, dan Abdoel Djabbar, pegawai pada “Kantor Pensiun” Imran Lubies, serta pegawai B.O.W. M. Noerdin. Dalam surat edaran tersebut, dengan memperhatikan dan mendengar adanya gerakan yang...
Berkaum, bersuku, berbangsa