Langsung ke konten utama

Perihal Bintang Daud

 


Magen David ✡️ yang digunakan oleh Yahudi pada mulanya digunakan sebagai Segulot (jimat awfaq), sebagaimana muncul dalam kitab mistik Kabbalah Yahudi yakni Zohar.

Namun secara bersamaan, lambang itu juga digunakan oleh kalangan mistisme Islam (Sufi dan Syiah), yang dikenal sebagai Segel Sulaiman atau Khatem Sulaiman. Kaum mistisme ini meyakini bahwa Allah telah memberikan cincin dengan simbol demikian untuk Nabi Sulaiman guna untuk mengontrol kerajaannya. Contohnya bisa dilihat di gambar bagaimana bentuk jimat kaum Syiah Bathini dari kalangan Ismaili dari era dinasti Fatimiyah.

Seorang sejarawan Yahudi profesor studi Kabbalah, mistisme Yahudi bernama Gershom Scholem sebagaimana yang dikutip dalam buku The Oxford Dictionary of The Jewish Religion. Ia menyatakan bahwa komunitas Yahudi mengadopsi sebutan segel Sulaiman dari literatur mistik Islam. Dan tidak bisa dipastikan apakah istilah Bintang David atau Bintang Daud ini berasal dari kalangan Mistisme Islam juga atau dari Yahudi.

Terlepas dari perdebatan itu, pertanyaanya dari manakah lambang ini berasa?l. Lambang ini dahulu bukanlah simbol resmi agama dan ras Yahudi. Karena kedua simbol ini tidak pernah dilegitimasi atau tidak pernah disebutkan dalam dua kitab utama Yahudi, yakni Taurat atau Tanakh dan Talmud.

Dalam buku King David tulisan Jonathan Kirsch menyatakan bahwa lambang yang sekarang ini dikenal sebagai Bintang Daud dan dijadikan lambang khusus untuk Yahudi dan bendera negara Israel tidaklah ada kaitannya dengan Raja Daud atau Nabi Daud, terlepas apakah kita menganggapnya sebagai tokoh Injil (bible/alkitab) atau tokoh sejarah.

Bahkan, bintang dengan enam sudut ini dikaitkan dengan Daud oleh kalangan para alkemis dan kaum mistik pada abad pertengahan oleh kalangan Kristen dan Islam.

Penjelasan selengkapnya di channel kami di youtube https://youtu.be/Uojhw-v6BE8








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...