Langsung ke konten utama

Maklumat: Rabu_06.12.23


Urusan Nasional dan Islam menegaskan posisi Palestina yang bersatu, secara resmi dan populer, dalam menghadapi konspirasi yang bertujuan untuk memindahkan rakyat kami dari Jalur Gaza ke Sinai, dan menolak segala proyek untuk memukimkan warga Palestina dari Jalur Gaza, baik di Sinai atau di tempat lain, dan bahwa rakyat Palestina kita mempunyai satu tanah air dimana mereka tinggal, yaitu Palestina dan Palestina saja.

Faksi-faksi di Palestina memperingatkan terhadap perjanjian apa pun dengan proyek Zionis mengenai pengungsian di bawah judul perlindungan, bantuan kemanusiaan, atau wilayah aman, dan bahwa siapa pun yang ingin melindungi rakyat Palestina di Gaza harus melakukan intervensi untuk menghentikan perang genosida dan membuka penyeberangan, bukan melaksanakan tujuan musuh dengan mengusir orang-orang Palestina keluar dari tanah air mereka.
 
Faksi-faksi di Palestina mengapresiasi posisi Mesir yang secara tegas menolak konspirasi ini, dan kami menyerukan kepada mereka untuk mempertahankan posisi ini dan menghadapi agresi barbar Zionis dan rencana kriminalnya.

Kami menyerukan dunia untuk segera melakukan intervensi guna menghentikan konspirasi ini dengan menghentikan perang genosida dan mengalahkan pasukan pendudukan Nazi-Zionis di seluruh Jalur Gaza.

Komite Tindak Lanjut Pasukan Nasional dan Islam

Rabu : 22 Jumadil Awal 1445 H
Sesuai dengan : 06 Desember 2023 Masehi

Situs resmi - Gerakan Hamas
--------------
Join: https://t.me/tqKDay | Baca Juga: Palestina

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...