Langsung ke konten utama

Maklumat H4M45: Rabu_6.12.23

 


Pernyataan Pers

⭕️ Kami mengutuk keras penyebaran klaim palsu Zionis oleh Presiden Biden dengan menuduh pejuang perlawanan Palestina melakukan "kekerasan seksual dan pemerkosaan" selama Pertempuran Banjir Al-aqsa pada 7 Oktober

Kami menganggap insiden ini sebagai sebuah kejatuhan etika baru bagi Presiden Biden yang seharusnya tidak mempromosikan pemalsuan yang dibuat oleh para pemimpin pendudukan Israel. Sebaliknya, ia seharusnya berpegang pada netralitas dan ketidakberpihakan serta menahan diri untuk tidak mengulangi tuduhan tak berdasar terhadap propaganda Zionis yang membenarkan pembunuhan keji terhadap anak-anak, perempuan, dan warga sipil di Gaza.

Kami menegaskan bahwa kebohongan ini digunakan oleh para pemimpin pendudukan Israel untuk menutupi perang genosida terhadap setiap warga Palestina di Gaza dan perang pembersihan etnis yang dilakukan oleh tentara kriminal pendudukan Nazi terhadap rakyat Palestina yang didukung oleh senjata berteknologi tinggi Amerika. .

Melalui klaim palsu tersebut, pendudukan bertujuan untuk menyesatkan opini publik internasional yang selama ini melihat rasa kemanusiaan perlawanan terhadap tawanan yang ditahan di Gaza.

Kami menyerukan kepada lembaga-lembaga dan media internasional untuk mematuhi keakuratan dan mengungkap tuduhan palsu propaganda pendudukan Israel untuk mencemarkan nama baik perlawanan dan membenarkan lebih banyak pembunuhan terhadap warga sipil tak berdosa di Gaza, seperti yang terjadi pada kebohongan Israel lainnya seperti pemenggalan kepala anak-anak atau penggunaan senjata al-Qaeda. -Rumah Sakit Shifa sebagai pusat komando perlawanan dan membuktikan bahwa mereka tidak berdasar, sebuah fakta yang tanpa malu-malu diabaikan oleh Biden dan pemerintahannya.

Gerakan Perlawanan Islam - Hamas

6 Desember 2023
Situs resmi - Gerakan Hamas
-----------


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...