Langsung ke konten utama

Bantahan Hamas Terhadap Tuduhan Palsu

 


Menolak Tuduhan Palsu yang Bertujuan untuk Mendistorsi Perlawanan dan Membelokkan Kebenaran tentang Perlakuan yang Manusiawi dan Etis

Kami dengan tegas menolak tuduhan palsu mengenai pemerkosaan yang disebarkan oleh pendudukan, yang bertujuan untuk memutarbalikkan perlawanan dan mengalihkan perhatian dari perlakuan manusiawi dan etis yang diberikan kepada tahanan yang dibebaskan.

Kami dengan keras menolak dan mengecam kepatuhan buta entitas media Barat tertentu terhadap kampanye Zionis yang menyesatkan, menyebarkan misinformasi dan kebohongan tak berdasar serta tuduhan yang bertujuan untuk menjelek-jelekkan perlawanan Palestina, khususnya tuduhan palsu yang menyindir bahwa anggota perlawanan terlibat dalam “kekerasan seksual” baru-baru ini. minggu.

Kami menganggap kampanye yang menyesatkan ini sebagai bagian integral dari serangkaian kebohongan yang dilakukan oleh aparat propaganda Zionis, yang pernyataan palsunya terus-menerus dibantah, termasuk penyangkalan tuduhan mengenai dugaan pemenggalan kepala anak-anak dan penargetan penonton konser di Re' aku sudah menetap. Yang patut diperhatikan di antara pemalsuan tersebut adalah klaim palsu mengenai militerisasi Rumah Sakit Al-Shifa.

Pendudukan Zionis Nazi secara aktif melakukan penyebaran rumor palsu dan kebohongan terhadap perlawanan dalam upaya untuk mengaburkan perlakuan manusiawi dan etis terhadap tahanan, sebuah kenyataan yang disaksikan oleh komunitas global setelah mereka dibebaskan dan ditegaskan oleh kesaksian individu yang dibebaskan. Meskipun terdapat upaya pendudukan untuk menyembunyikan dan memutarbalikkan kebenaran ini, hal ini tetap merupakan fakta yang tidak dapat disangkal.

Kami menyerukan kepada semua media dan lembaga untuk berhati-hati, menghindari jebakan narasi palsu dan propaganda menyesatkan dari pendudukan. Verifikasi yang cermat terhadap setiap informasi sangat dibutuhkan untuk menjaga kebenaran dan menjunjung kesucian pesan media.

Gerakan Perlawanan Islam - Hamas

5 Desember 2023
Situs resmi - Gerakan Hamas
----------------
Disalin dari; Telegram Group: https://t.me/+kUoQCMfm8bI1NWE0 | Baca Juga: Palestina



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...