Langsung ke konten utama

Berguru kita pada sebatang bambu

 

Gambar: Cermin Dunia

Baguru Kito ka bakeh sibatang batuang
FB Rma Alam - Satinggi-tinggi batang batuang, pucuaknyo runduak ka bawah,manyilau juo ka bumi,tampek tumbuah nan tak talupokan,sampai babisiak bakeh rabuang,kok sampai gadang kalian nantik,jan lupo jo jaso tanah, tau mambaleh budi baiak.
lamahnyo pulo ka dikatokan,maliuk diputa angin,manggerai dipupuik ribuik,bak cando-cando ka tumbang,jan ka patah ratak pun tido, tapi tibo tapaso inyo kareh,malantiang ka udaro,indak siapo ka talok manapunyo cubolah kok talok ...
satiok buku basambilu,tiok rueh bapamatang pulo,langkok jo duri jo miangnyo, tabungkuih dalam kalupak,dari lua tak tampak rupo...
aratinyo,samantang awak diateh, usah paaden panapuak dado,ujub takabua tu namonyo,balarang bana di agamo yuang,tacacek sapanjang adaik. urang iduk banyak batuah,urang mati banyak kiramaik,lauik sati rantau babegu,taluaknyo baranjau pulo...ingek -ingek nan Diateh nan dibawah KA maimpok.
roda padati baputa Tando Lai bajalan apolagi bumi baputa Jo iradaiknyo, langik cewang tando kapaneh 'galok diulu tando ka hujan
Itulah isyaraik dari alam nan harus Kito calik dan fahami makna atau Pasan dari nan kuaso

------------------------------------
Terjemahan Bebas Melayu:

Berguru kita pada sebatang bambu

Setinggi-tinggi batang bambu, pucuknya merunduk ke bawah, memandang jua ke bumi, tempat tumbuh yang tak terlupakan. Sampai berbisik kepada rebung "Kalau sampai besar kalian nanti, jangan lupa dengan jasa tanah, tahu membalas budi baik".

Lemahnya dapat dikatakan (Peny; dilihat): meliuk diputar angin, bergerai dihembus angin ribut, serupa akan tumbang. Jangankan patah, tumbangpun tidak, tapi apabila ia dikerasi, melanting ke udara, tak seorangpun dapat menahannya. Cobalah kalau sanggup..

Setiap buku bersembilu, tiap ruas berpematang pula, lengkap dengan duri dan miangnya (serpihan kecil yang dapat membuat gatal), terbungkus dalam kelopak, dari luat tak tapak rupanya.

Artinya, mentang-mentang sedang di atas, usah membesarkan diri menepuk dada. Ujub[1] takabur namanya itu, dilarang betul di agama yuang,[2] terlarang sepanjang adat. Orang hidup banyak yang bertuah, orang mati banyak yang keramat. Laut sakti rantau babegu,[3] teluknya beranjau pula.. ingat-ingat yang Di Atas sebab yang Di Bawah yang akan menimpa.

Roda pedati berputar tanda ia berjalan, apalagi bumi berputar dengan IradhatNya.[4] Langit cewang tanda akan cerah, gelap di hulu tanda akan hujan.

Itulah isyarat dari alam yang mesti kita lihat dan fahami makna atau pesan dari yang kuasa.

_______________________________
Diambil dari curaian Angku Yus Dt. Parpatiah

================================

Catatan Kaki oleh Admin:

[1] Ujub berarti sombong, merasa paling bagus dan benar agama dan amalan yang dilakukannya serta memandang rendah amalan orang lain. Merasa paling benar Manhaj yang dipakainya sedangkan Manhaj yang lain dianggap salah semua.

[2] Singkatan dari Buyuang. Buyuang merupakan panggilan kesayangan kepada anak lelaki, namun dalam beberapa kasus kata ini digunakan juga sebagai kata sapaan kepada anak lelaki dari kanak-kanak hingga remaja.

[3] Kami tiada mendapat arti kata 'Babegu' ini, mungkin tuan dapat membantu kami

[4] Iradhat berarti kehendak Allah Ta'ala. Segala yang terjadi dialam ini ada dan berjalan karena Kehendak Allah Ta'ala.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...