Langsung ke konten utama

Sekilas PO Gumarang

 

Ilustrasi Foto: Tribun

CATATAN SINGKAT PO 'GUMARANG'
( Oto urang awak )
PO Gumarang termasuk pemain lama atau Pioner dijalur utama lintas Sumbar Riau, sezaman dengan PO SINARIAU,BUNGA SETANGKAI,KAMPAR JAYA,CAHAYA KAMPAR,dan lain lain. Perusahaan Oto Bus PO (PO) GUMARANG berdiri pada penghujung dekade tahun 60'an, melayani rute AKAP Sumbar Riau. Pendiri perusahaan ini ( H.Amir Dt Majosindo nan Garang asal BATUSANGKAR ,kecamatan salimpaung ,kenagarian Lawang mandahiling ,berdomisili di pekan baru riau )
Pada awalnya unit bus Gumarang bergabung dengan PO Batang Kampar ,tapi kerjasama itu berakhir pada penghujung tahun 1960'an atau diawal tahun 1970'an (cikal bakal kelahiran PO.GUMARANG) PO gumarang identik dengan logo 'kuda' ( tunggangan raja pagaruyuang ) sekujur bodi po Gumarang didominasi warna kuning kombinasi orenge dan hijau tua.
Unit pertama PO Gumarang memakai bus bermesin Ford ,Chevrolet '57 dan Chevrolet c50, saat itu PO Gumarang miliki 60 unit bus yang melayani rute dari dan ke berbagai kota di Sumatera barat dan Riau. Setelah berakhirnya era bus Amerika ,Gumarang pun beradaptasi dengan kebutuhan zaman waktu itu. Gumarang pernah juga memakai chasis medium Daihatsu sebelum lahirnya era chasis Mercedes Benz 813, 911, OH Prima dll

Sekilas cerita tentang PO GUMARANG
( PO kebanggaan urang batusangka )
PO Gumarang dulu banyak dikemudikan oleh driver handal yang bernyali tinggi dan berjiwa seni, para pemain KALASON PO Gumarang juga pernah mewarnai dunia industri rekaman pita kaset di Sumatera barat,
Syahrial Tanangok , SON LB BASUNG, Syahrial Malin pono,Idrus pangkalan,Ombak Sani, H Diar ( Bos PO pelita grup dan PO tanjung tiram bt sangkar) , adalah nama nama beken yang pernah menjadi supir GUMARANG. Mereka sangat piawai dalam memainkan nada nada musik KALASON.
Sayang sekali PO GUMARANG seolah-olah mati suri setelah kepulangan sang pendiri kehadapan yg maha kuasa. (Bpk H.Amir Dt Majosindo Nan Garang meninggal dunia pada tahun 1996 di pekan baru, dikembumikan dikampung halamannya, Jorong Malintang, kenagarian Lawang Mandahiling, kecamatan salimpaung, kab tanah datar)
PO Gumarang terakhir mengaspal di jalan lintas batusangkar- pakan baru pada penghujung tahun 1990'an ,setelah itu PO Gumarang seolah2 hilang ditelan bumi
Semoga kelak terlahir lagi generasi2 baru asal kab.tanah datar dalam jajaran pengusaha Moda transportasi angkutan darat)
WASSALAM.
(kh)

Disalin dari kiriman FB Kenang Hedonis


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...