Langsung ke konten utama

Akar Tunggang Yang Terancam

 


SKB 3 menteri jangan dilupakan !

"Dalam air keruh banyak yang menangguk, sehingga tercabutlah pohon sampai ke urat tunggangnya".
"Akar Tunggang Yang Terancam"
Dalam surat al-Nur ayat 31, Allah swt memerintahkan untuk memakai kerudung hingga menutupi dada dengan kalimat yang sangat jelas :
وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ
"..Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedada mereka.."
dan melarang memperlihatkan aurat dengan ungkapan yang sangat terang:
ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ
"..dan janganlah menampakkan perhiasan mereka..."
Bahkan di dalam surat al-Ahzab ayat 59, Allah swt memerintahkan Nabi saw untuk menyuruh isteri-isteri beliau, anak-anak beliau dan wanita-wanita kaum mukminin untuk memakai penutup tubuh yang menunjukkan identitas mereka.
{يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا} [الأحزاب : 59]
"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan para wanita kaum mukminin : "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
Nah...
Sekarang datang SKB 3 Menteri yang melarang kaum muslimin menyuruh apa yang disuruh oleh Allah swt dan Rasulullah saw, melarang kaum muslimin untuk melarang sesuatu yang dilarang oleh Allah swt dan Rasulullah saw, bahkan menghimbau pun terancam dengan hukuman.
Anehnya, aturan itu mereka kaitkan dengan ketuhanan, keimanan, ketaqwaaan dan akhlaq mulia.
Setelah bersuluh matahari, bergelanggang mata orang banyak, apakah masih mengherankan bila akhirnya kami bertanya, apakah masih tersisa ruang untuk agama dalam pendidikan yang diselenggarakan di negeri ini atau sebenarnya sekularisasi memang sedang menjalar dan berurat berakar merusak sendi-sendi akhlaq yang telah tertanam dari generasi ke generasi ???
Kalau memang sila pertama dalam Pancasila itu masih diakui, cabutlah SKB 3 Menteri tentang seragam sekolah itu !!!
Allahu yahdiikum...

Disalin dari kiriman FB Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...