Langsung ke konten utama

Jurnalis Malaysia: "Bebaskan Pak Zaim Saidi"



"Pak Zaim adalah orang baik yang dipenjara secara tidak adil. Dia adalah pemimpin dalam berbagi pengetahuan tentang kebebasan dan pelayanan bagi komunitasnya. Saya di sini membagikan kisahnya karena dia HARUS DIBEBASKAN!

Pada tanggal 2 Februari 2021 di Depok Indonesia, Polisi tiba di rumah Pak Zaim dan menangkapnya. Alasan penangkapannya tidak begitu jelas, tapi ada kaitannya dengan Pasar Muamalah yang dia selenggarakan.
Selama 10 tahun terakhir, ia telah mendirikan lebih dari 25 pasar di seluruh Indonesia di mana orang dapat berdagang mengikuti praktik yang sama dengan pasar pada masa Rasul (saw). Perdagangan halal sepenuhnya bebas dari korupsi. Bebas riba!
Di dalam pasar, orang diizinkan untuk bertukar barang sesuka mereka. Perdagangan bebas. Perdagangan barter. Selama ada kesepakatan bersama antara kedua belah pihak, perdagangan diperbolehkan. Dan salah satu bentuk perdagangan yang menonjol, adalah dengan koin emas dan perak. Dinar dan Dirham.
Pak Zaim memutuskan untuk mencetak koin dengan ukuran dan berat standar untuk memfasilitasi perdagangan di pasar. Standar ini mengikuti bobot yang sama dengan Dinar dan Dirham yang digunakan pada masa Rasul (saw).
Tidak ada yang dia lakukan yang ilegal. Pasar yang dia dirikan seperti Pasar lainnya yang mungkin Anda lihat di Malaysia, Singapura atau Indonesia. Dia tidak mengklaim memproduksi Rupiah atau bentuk lain dari alat pembayaran yang sah. Dia hanya memberi orang-orangnya cara untuk berdagang dengan komoditas halal.
Jika Anda ingin tahu lebih banyak, silakan hubungi kami. Saya ingin melakukan semua yang kami bisa untuk membebaskannya. Dia sudah berada di sana selama sebulan, tetapi kami perlu menunjukkan kepada pemerintah Indonesia bahwa Pak Zaim tidak bersalah atas tuduhan apa pun terhadapnya. Saya bersaksi untuknya!
Tolong bagikan video ini sebanyak yang Anda bisa! Terima kasih", Tulis Zoraya Vadillo

Disalin dari deskripsi pada kanal Youtube Rahmad Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...