Langsung ke konten utama

PITUAH...SURAU..


Ketika sayap kuat, paruh runcing, kuku, tajam, mata terang

Terbang lah tingi-tinggi,
genggam semua yang diminati,
cengram semua yang disukai,
terbanglah ke puncak gunung.

Tapi ingat tuan,
Ada masanya nanti,
ketika sayap robek,
paruh berlubang,
mata kabur,
kuku tak lagi tajam

Disanalah hutang akan dibayar,
Badan merayap ke kebun tua
Mungkin remah berserak yang akan dipilih (makan)

Makanya siapapun sekarang yang sedang baik peruntungan hidupnya
Janganlah suka menzalimi orang lain,
jangan sombong, dan
jangan suka semena-mena

Yang Kanak-kanak akan tumbuh dewasa,
Yang dewasa akan tua
Yang tua akan uzur

Yang lemah akan menjadi kuat
Yang kuat akan menjadi lemah

Itulah hidup tuan, usah kita bertinggi hati


Versi Asli dalam Bahasa Minang:

Katiko Sayok  Tagok, Paruah Runciang, Kuku Tajam ,Mato Lai Tarang ,

Tabang lah Tinggi - tinggi , Gungguang Sado Nan Ka Tuju, Cangkam Sado Nan di Sukoi, Sentak kan  Ka Puncak Gunuang..

Tapi Ingek Sanak..
Ado Maso nyo Nanti, Sayok Cabiak, Paruah Rompong,Mato Kabua , Kuku Ndak Tajam Lai,

Di Situ Utang Ka Babayia ,
Badan Maraok Ka Parak Tingga ,
Mungkin Rimah Baserak Nan Ka di Piliah..

Mako nyo siapopun kini Sadang Di Nan Lai,
Jan Lah Suko Menzalimi Urang, Jan Sombong, Dan Jan Balanteh Angan.. 

Nan Ketek Ka Gadang, Nan Gadang Ka Tuo, Nan Tuo Ka Uzur, Nan Lamah Ka Kuek Dan Yang Kuek Akan semakin Majadi Lamah..

Itulah Hiduik Sanak jan Maninggi katiko Lai ..

Sumber: WAG
Foto: Gallery of West Sumatera.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...