Langsung ke konten utama

Bantuan Cina?


唯真不破Truth Wins 

On the issue of China, it has not given us anything valuable in the past. We didn’t get it for free for everything we have here in Italy, we paid for it. China under CCP is the worst country on earth. Their unfair trade practices made everyone in the world stuck in the economic crisis. It is also a country with the worst plastic pollution and carbon emissions. It has never told the truth about the coronavirus from the very beginning. It is a country that deliberately delayed and gave false information under the leadership of the Communist Party dictatorship. This China is like a tumor on the planet. We really have to face it bravely by using economic and financial mathirds. European countries have to wake up from what happened in Italy. Never, ever be deceived by the CCP's lies. The current China under CCP is not a resource to the world, but just a danger! 

Terjemahan Bebas (Mohon kearifan pembaca):


Pada masalah [bantuan] Cina, hal tersebut tidak memberi kita sesuatu yang berharga di masa lalu. Kami tidak mendapatkannya [bantuan] secara gratis untuk semua yang kami miliki di Italia, kami membayarnya. Cina di bawah PKC [Partai Komunis Cina] adalah negara terburuk di dunia. Praktik perdagangan mereka yang tidak adil membuat semua orang di dunia terjebak dalam krisis ekonomi. Ini juga merupakan negara dengan polusi plastik dan emisi karbon terburuk. Belum pernah [mereka] mengatakan yang sebenarnya tentang coronavirus sejak awal. Ini adalah negara yang sengaja menunda dan memberikan informasi palsu di bawah kepemimpinan kediktatoran Partai Komunis. Cina ini seperti tumor di planet ini. Kami benar-benar harus menghadapinya dengan berani dengan menggunakan mathird ekonomi dan keuangan. Negara-negara Eropa harus sadar dari apa yang terjadi di Italia. Tidak pernah tertipu oleh kebohongan PKC. Cina saat ini di bawah PKC bukan sumber daya bagi dunia, tetapi hanya bahaya!

______________________
#CopasFromWAG

Admin Kemenkes RI bilang Indonesia dapat bantuan dari Cina tapi China Xhinhua News bilang Indonesia membeli.

Logikanya, Jika ada dua berita bertentangan, maka kita harus cari informasi yang benar agar kita faham mana berita yang hoax-nya. Lalu saya croscheck [cek silang] dengan berita lainnya terkait bantuan Cina kepada negara terkena wabah virus corona wuhan covid 19 dan saya dapati pernyataan mantan Menteri Komunikasi Italia Maurizio Gasparri mengecam Cina secara Live di internet dia mengatakan :

"Cina tidak mengirimkan kami apa-apa, alat medis itu kami beli, Cina adalah negara terburuk di bumi ini, mereka menggunakan metode persaingan yang tidak legal, untuk menjerumuskan negara lain ke dalam krisis ekonomi, Cina juga merupakan negara dengan polusi plastik dan emisi karbon paling parah. Adalah negara yang tidak mengatakan kebenaran tentang wabah pneumonia di Wuhan, sebuah negara yang sengaja menunda dan memberikan informasi palsu. Di bawah kepemimpinan partai Komunis. Cina telah menjadi tumor di bumi ini. Eropa perlu bangun dari situasi ini dan berhenti dibodohi oleh kebohongan komunis Cina. Cina bukan sumber daya bagi bumi, tetapi malapetaka bahaya.”

Silahkan lihat videonya di link YouTube dibawah ini[Video di atas]
https://youtu.be/r1OOvn_ah98


Seorang jurnalis Italia terkenal Giulia Pompili menulis, Menurut sumber dari Kementerian Luar Negeri dan Departemen Pertahanan Sipil, apa yang dikirim Cina sebenarnya dibeli oleh Italia dari Cina, itu tidak gratis bukan juga sumbangan. Pompilli menekankan bahwa Partai Komunis Cina telah secara aktif memperindah dan mempublikasikan,

"Model Global Pencegahan Epidemi ala Cina" baru-baru ini, dan sekarang mengekspor banyak pasokan medis. Ini adalah gelombang kedua literatur politik. Giulia Pompili juga menyarankan dunia untuk menyadari bahwa sumbu propaganda utama dari media resmi Partai Komunis Cina adalah membangun pencitraan “Cina yang Dermawan”.

Anggota parlemen Italia MP Giorgia Meloni juga mengungkapkan, pesawat carter yang mengantar bantuan medis ke Italia yang diberitakan oleh media Cima adalah penipuan publik. Giorgio menekankan bahwa:

“Mereka tidak bisa membodohi saya, Cina bukan penyelamat negara kami. Orang Cina yang membawa virus ini ke Italia, jangan menjadikan Cina sebagai contoh terbaik dalam penanganan wabah."

Media Italia "Linkiesta" juga menerbitkan sebuah artikel berjudul "Cukup, terima kasih!", Mengkritik PKC [Partai Komunis Cina] karena menyebarkan berita palsu ke Italia dan dunia disaat epidemi ini sedang gejolak. Dan mengatakan bahwa Italia adalah negara yang serius, dan pemerintah Italia harus berani mengklarifikasi pada saat kritis dalam perang melawan epidemi.

Sumber :
https://www.ntdtv.com/gb/2020/03/18/a102802690.html

Dan apa sekali lagi kita melihat bahwa apa yang disebutkan oleh admin Kemkes RI pun langsung dipropagandakan oleh para Buzzer influencer semacam Deni Siregar yang akhirnya disemprot langsung oleh rekan sejawatnya di twiter.

Semoga kita bisa semakin dewasa bermedsos hingga bisa membedakan mana Hoax dan mana yang bukan.

Salam
Irwan Setiawan

__________________________

Disalin dari kiriman facebook Muhammad Ahda
Pada Selasa 24 Maret 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adat Minang tak Bertentangan dengan Syari'at

Ilustrasi Gambar: kumparan Disalin dari kiriman FB Putra Al Minangkabawy Aldiyansyah Batapa Geli nya saya melihat Beberapa Orang yg tak faham adat MINANG ( Adat Datuk Perpatih ) tapi Berkomentar membawa & menyebut adat Minang bersebrangan dengan Syariat,kerana alasan Adat Minang lebih kepada Perempuan. Saya Sebagai Anak Jati Minang sunguh saya tak suka dengan Pikiran dangkal seperti itu. di sini saya perjelas sekalian berbagi ilmu kepada semua orang yang tak faham adat Minang, agar bisa memahami,agar tak sembarangan menghina Adat2 orang yang belum di Fahamkam. 1.Adat minang bersebrangan dengan Islam kerana MATRILINEAL/Lebih kepada Perempuan ?? 2. Harta pusaka lebih ke Perempuan ? Jangan Menghukum adat dengan Agama bila tak faham keduannya. "ADAT MINANG TIDAK ADA YANG BERSEBERANGAN/ BERTOLAK PADA SYARIAT KITABULLAH". Adat Minang inilah yang sangat istimewa , Mengapa ? Kerana hanya di adat Minang kedudukan Perempuan di hormati & diberikan hak-Haknya ,bukan direndahkan. ...

Ketika Sejarah Minang Ditulis oleh orang Jahil

    Tulisan ini ditulis oleh akun anonim yang menggunakan nama sangsekerta ( Pu Hyang) , tidak ada identitas lengkap mengenai sang penulis. Dilihat dari tulisan yang dibuat (dengan asumsi tulisan ini berasal dari buah pemikirannya sendiri) maka terdapat beberapa kemungkinan:  Pertama  Pu Hyang (sang penulis) bukan orang Minang dan dapat dimaklumi dengan perspektif  sentralistis  yang digunakannya dalam tulisan ini.  Kedua   Pu Hyang (sang penulis) ialah orang yang berasal dari ibu Minang namun tidak dibesarkan dengan Adat Minang, tidak mempelajari serta memahami adat Minang, layaknya kebanyakan orang yang mengaku Minang karena beribu Minang. Ia lebih banyak mengandalkan sumber dari para orientalis, arsip Kolonial, dan tulisan dari sarjana yang menulis dari perspektif yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang dengan Adat Minang, ditambah dengan halusinasi dirinya tentang kebesaran Kerajaan di Minangkabau. Persis dengan salah seorang Penulis...

KISAH KETURUNAN CHE.

Foto: reseachgate  Disalin dari kiriman FB Eddy Ezwan KISAH KETURUNAN CHE. Majoriti populasi penduduk Kelantan terdiri dari kalangan bangsa Melayu, sejarah kerajaan dan kesultanan Kelantan pun sangat tua walau kesultanan pada hari ini cuma diasaskan pada pertengahan kurun ke-16, bagi melambangkan mereka dari golongan bangsawan Kelantan ramai yang memakai gelaran tersendiri bagi mengekalkan identiti mereka. Di Kelantan, gelaran mereka istimewa seperti gelar Nik, Wan, Tuan, Tengku, namun ada satu gelaran di Kelantan iaitu Che, gelaran ini seringkali menjadi polemik dikalangan yang membicarakannya. Untuk satu tempoh, ada keluarga dalam masyarakat Melayu Kelantan menggunakan gelaran Che dalam keluarga mereka seolah ia adalah gelaran bangsawan juga. Ada orang mengatakan gelaran Che ini adalah bagi golongan yang baru memeluk Islam, namun agak mengarut apabila direnung kembali adalah suatu perkara yang asing menggunakan gelaran ini secara berterusan dari bapa turun kepada anak seterusnya ...